Beranda » A Pink » [FF] Unexpected

[FF] Unexpected

unexpect

Tittle : Unexpected

Author : Aca Min Min

Cast :

Kim Myungsoo ( INFINITE )

Son Naeun ( A Pink )

Kim  Do Young

Kim Min Jae

Length : Oneshoot

Genre : Romance

Rating : PG-15

Note : Taraaa~ Author kembali dari persemedian wehehe~ Ada yang kangen? xD Kali ini author bawa ff ber-cast MyungEun. Couple kesayangan author ^^ Pas nulis ini rasanya kayak baru pertama kali nulis ff, karena udah lama gak nulis. Dan maaf banget kalo ff yang jelek soalnya ini sistem kebut 2 malam (?). Karena lapak ini udah terbengkalai jadi author rasa emang sekali-sekali harus diisi sesuatu. Dan… karena kesibukan author jadi anak SMA *sekarang udah SMA uyyy 😀 *, jadi gak tahu kapan lagi author bakal ngisi blog ini lagi. Dan maaf karena cover nyajelek. Maklum masih awam masalah photoshop. So, enjoy guys. Jangan lupa komen nya 😉

“Aku lelah”, ujar seorang gadis berambut coklat berkilau merebahkan badannya di sofa empuk sambil mejamkan matanya. Mengusir kantuk.

“Kau harus banyak beristirahat. Kau selalu pulang larut seusai syuting.” Seorang gadis berambut coklat berponi menyahut. Ia Jung Eunji.

“Naeun-ah, apa kau tidak membawa handphone mu?”

Tanpa bergerak sedikitpun, gadis yang dipanggil Naeun itu menyahut. “Astaga aku lupa.”

“Ada panggilan tak terjawab dari kekasihmu.”

“Nanti akan kulihat.”

“Kenapa tidak sekarang?”

“Kalau begitu ambilkan ponsel ku. Hayoung-ah.”

Nde,” Gadis berambut pendek itu menurut. Ia berjalan ke arah Naeun, mengantarkan ponselnya.

9 Panggilan Tak Terjawab

‘Myung Oppa’

 

1 Pesan

“Kau kemana?” – Myung Oppa

Naeun mengetik beberapa nomor lalu menempelkan ponsel di telinganya. Berulang kali ia melakukan hal itu, tetapi orang yang diharapkan tidak mengangkatnya. Frustasi. Karena tidak kunjung diangkat, Naeun mulai mengetik lagi.

“Mianhae. Aku lupa membawa ponsel. Angkatlah ponselmu oppa”

“Kau menyuruhnya untuk mengangkat ponsel?” ujar seorang berambut hitam pekat bersegi yang diam-diam berdiri di belakang Naeun. Naeun sontak kaget.

“Yak, Bomi unnie! Kau melihat pesanku!” Naeun menyembunyikan ponselnya dibalik punggungnya.

“Bukankah dia sedang perform di Jepang?”

Nde, aku tahu. Lalu?”

“Beberapa menit yang lalu, Woohyun bilang ia akan segera naik panggung.” Sambil mengemaskan piring-piring, Chorong menjawab.

“Woohyun? Ada hubungan apa unnie dengan Woohyun oppa?” Celetuk Namjoo yang tenyata mendengar percakapan meskipun daritadi ia mongotak-atik ponselnya.

“A-aku… Aku hanya mengirim pesan biasa kepada Woohyun.” kata Chorong. Tampak dari wajahnya bahwa ia kaget ditembak oleh pertanyaan Namjoo.

“Benarkah? Tapi…” belum sempat Bomi berbicara, Chorong sudah memberikan ‘dead glance’ untuknya.

“Aku akan menelponnya lagi.” ujar Naeun yang daritadi tampak memikirkan sesuatu.

“Tidak biasanya dia menghubungiku sampai sebanyak ini”

~

“Myung…”

“Hmmm?”

“Ada panggilan tak terjawab dari Naeun.”

Ye,” ujar Myungsoo sedikit acuh, Matanya masih terfokus pada gadget-nya.

“Sudah 5 kali panggilan tak terjawab darinya,” ujar Hoya mengingatkan.

“Aku bahkan sudah 9 kali menelponnya” Kini Myungsoo mulai bangkit dari sofa kecil yg ada di ruang tunggu. Ia mengambil ponselnya dan mengeceknya.

5 panggilan tak terjawab

“Naeunnie”

 

1 pesan

‘Mianhae. Aku lupa membawa ponsel. Angkatlah ponselmu oppa.’ – Naeunnie

 

“Hah…” kata Myungsoo lalu menutup ponselnya dan kembali bermain gadget.

“Apa ada masalah?” Tanya Sungyeol.

“Masalah apa?”

“Dengan kekasihmu?” Myungsoo menggeleng.

“Jangan begitu, Myung. Angkatlah”

“Aku akan mengurusnya setelah aku menyelesaikan ini.”

Tanggannya masih tak berhenti menggerakkan gadget-nya. Kalau sudah begini, Sungyeol semakin malas untuk mengingatkannya.

~

“Apa dia marah? Lalu aku harus bagaimana?”

“Mungkin dia sibuk unnie,” ujar Hayoung enteng. Matanya tak berhenti dari layar ponselnya.

“Inilah resiko jika kau menjalin hubungan dengan sesama idol.” Hayoung bangkit dan menatap mata lawan bicaranya itu.

“Kau benar. Tapi… aishh jinja. Pantas saja sunbae kita banyak yang ‘broke up’ ketika berpacaran dengan sesama idol. Ini mengerikan.”

“Ssttt… Jangan berpikir yang aneh-aneh, unnie. Kau harus buktikan bahwa meskipun kalian idol, kalian tetap bisa mempertahankan hubungan kalian,” ujar Hayoung bijak.

“Kau benar. Kau memang sungguh dewasa Hayoungie.”

~

“Aku berencana untuk mengerjainya. Jadi bagaimana rencanaku?” ujar Myungsoo mengeluarkan smirk-nya

“Kau jahat, Myung. Bagaimana jika ia terus memikirkan sikapmu sehingga pekerjaannya jadi terganggu?” ujar Woohyun menginggatkan.

Annio. Aku tahu dia orang yang profesional.”

“Aku sebenarnya kasihan dengan uri Naeun, tapi.. Ini adalah keputusanmu, Myung. Lagipula ini bukan tanpa alasan.”

“Tapi apa kau tahan untuk tidak menghubunginya sampai kita pulang?” tanya Sunggyu.

“Aku… pasti bisa.”

~

Naeun sedang berbaring di sofa empuk dorm A Pink sambil menonton televisi. Sesekali ia melirik ponsel nya.

“Tidak ada jadwal?” tanya si ‘Leader A Pink’ yang kini telah duduk diatas karpet santainya.

“Tidak.”

“Apa L masih tidak bisa dihubungi?” Naeun menggeleng.

“Apa perlu aku menyuruh Woohyun untuk…”

“Tidak perlu, unnie. Myungsoo oppa mungkin lelah dan sangat sibuk.”

“Baiklah.”

“Tapi kalau sibuk, kenapa Woohyun oppa saja sempat berkirim pesan dengan Chorong unnie, yang katanya hanya ‘teman’?” Celetuk Bomi.

“Yak! Jangan menas-manasi, Bbom! Awas kau … akan aku laporkan kau pada …”

Unnie, jebal. Aku hanya bercanda,” ujar Bomi memperlihatkan senyumnya yang khas.

“Bahkan Woohyun oppa saja sempat. Kenapa Myungsoo oppa tidak?”

~

Jepang – 06.03

 

“Cepatlah, hyung! Atau kau akan aku tinggalkan.”

Ye. Sebentar aishhh. Aku sedang memakai sepatuku.” Hoya mengikat sepatunya dengan terburu-buru.

“Aku siap.”

Myungsoo dan Hoya melakukan pemanasan dan dengan siap memulai jogging mereka di kota ‘Matahari Terbit’ ini.

“Akhirnya kita menikmati holiday setelah Tour kita. Aku senang karena kita tidak langsung pulang.” Hoya memulai pembicaraan. Kakinya tidak berhenti melangkah.

“Disisi lain aku senang karena kita bisa menikmati rest time kita di Jepang. Tapi aku rindu dengan Yeoshin-ku itu. Aku ingin segera pulang untuk merayakan hari jadi kami.”

Tuh kan… Sudah kuduga. Kau pasti akan merindukannya.”

“Memang benar. Aku saja harus menahan sekuat tenaga untuk tidak menghubunginya.”

“Tapi, Myung. Di Korea sana, Naeun sedang sibuk dan kau tidak menghubunginya. Kau tidak khawatir jika bayanganmu akan menghilang dari pikirannya?”

“Aku yakin dia tidak seperti itu.”

“Myung…” Hoya kini berhenti. Myungsoo mengangkat sebelah alisnya. “Apa?”

Tatapan mata Hoya tertuju pada satu titik.

~

‘Naeun-ah, apa kau sibuk?’ – Kim Min Jae

‘Annio, oppa. Wae?’

‘Apa kau punya waktu untuk makan siang?’ – Kim Min Jae

‘Aku punya waktu. Wae?’

‘Ayo, makan siang bersama!” – Kim Min Jae

 

Naeun sedikit berpikir. Lagipula ia bosan hanya menonton televisi. Sedangkan beberapa member lain sedang menikmati waktu luang bersama teman, keluarga ataupun pacar.

 

“Nde. Dimana?”

“Di Café XXX. Jam 13.00 KST” – Kim Min Jae

 

Naeun melihat jam dinding. Jarum jam sudah menunjukkan angkat 12. 35 KST. Itu artinya, sudah seharusnya ia bersiap-siap. Naeun bangkit dari kasur empuknya dan kini memilah milah baju yang akan ia kenakan. Dan ia memilih baju santai berbentuk jeans dan t-shirt berwarna hitam. As always. Tak lupa ia memakai topi agar tidak banyak yang mengenalinya sebagai member girl group “Son Naeun”.

~

Oppa, mengapa kau ada di sini?” Tanya seorang gadis cantik berambut hitam bergelombang. Myungsoo tidak menjawab. Ia masih tak percaya bahwa ini adalah…

Oppa…” ujar gadis itu menggerak gerakkan tangannya di depan wajah tampan Myungsoo. Hoya yang sedari tadi ada di sebelah Myungsoo mengenggol pelan lengan Myungsoo. Ia juga tak mampu menyembunyikan keterkejutannya saat Kim Do Yeon – mantan kekasih Myungsoo – berada di Jepang dan bertemu mereka berdua.

“Kami baru saja menyelesaikan tour di Jepang. Dan agensi kami mengizinkan kami untuk lebih lama disini.” Hoya menjawab pertanyaan, karena sedaritadi Myungsoo tampak enggan mengeluarkan suara. Doyeon mengangguk saja. Sambil melirik Myungsoo yang masih diam.

“Kalian butuh waktu berdua? Kalau begitu aku akan pergi.” Perlahan Hoya mundur dan meninggalkan tempat karena atmosphere canggung akan terus menyelimuti mereka jika ia terus berada disana.

“Oppa… Apa kau baik-…” belum selesai Doyeon berbicara, Myungsoo sudah menjawabnya. “Baik.”

“Maaf. Aku hanya terkejut kau ada disini. Ada urusan apa kau di Jepang?”

“Aku hanya liburan.”

Nde… Kalau begitu…” Belum sempat Myungsoo menyelesaikan kata-katanya. Doyeon sudah memotong.

“Bagaimana jika kita makan sebentar? Sudah lama kita tidak bertemu setelah ehm… putus.”

Myungsoo melirik ke arah Hoya yang tampak berdiri di bawah pohon yang agak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang. Hoya mengerti maksud Myungsoo. Ia mengisyaratkatkan bahwa Myungsoo boleh pergi dan menginggalkannya jogging sendiri.

“Sepertinya Howon hyung mengizinkannya. Tapi… aku mohon hanya sebentar saja.” Sebenarnya Myungsoo ragu. Hanya saja, ia ingat janjinya bersama Doyeon. Jika mereka putus, hubungan pertemanan mereka harus tetap terjaga. Oleh karena itu ia menerima tawaran Doyeon.

~

“Mau minum apa, Naeun-ah?”

“Aku Coffe Latte saja.”

“Baiklah akan oppa pesankan.” Minjae bangkit dari bangku café dan bergerak menuju tempat memesan. Sedangkan Naeun tetap pada posisinya dan sesekali melirik ponselnya.

“Sudah aku pesankan.” Minjae duduk di bangku nya lagi.

“Senang sekali bisa menikmati rest time setelah beberapa hari yang lalu jadwal kita begitu padat. Iya kan, Naeun?”

Nde…”

“Kenapa kau tampak murung? Apakah ini karena Myungsoo?” tanya Minjae pelan ketika menyebut nama

Myungsoo.

Annio. Apakah aku tampak murung?” ujar Naeun mencairkan suasana dan menutupi apa yang sedang dipikirkan di benaknya.

“Naeun-ah… Ada yang harus aku katakana. Tapi kau jangan terkejut.”

“Apa?”

“Aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya memberitahumu agar kau tidak terkejut nantinya.”

“Iya. Apa?” tanya Naeun sedikit bersabar.

“L sedang menggelar konsernya di Jepang, kan?” tanya Minjae. Naeun menjawab dengan anggukan.

“Doyeon juga ada disana.” Naeun terbelalak. Tanpa berbicarapun, sinar mata Naeun sudah menunjukkan bahwa ia butuh penjelasan.

“Aku berteman dengan mantan L itu. Dan kemarin dia mengatakan bahwa ia sedang berada di Jepang. Dan saat aku menonton televisi pagi ini. Ternyata Infinite juga ada di Jepang.” Naeun terdiam. Masih ingin mendengar informasi apa yang diketahui oleh rekan drama-nya itu.

“Tapi kau jangan berpikir bahwa aku mengompori. Aku hanya memberitahumu agar kau tidak terkejut bila…”

Nde. Aku mengerti, oppa.” Naeun mengehentikan pembiacaraan. Karena ia tidak mau pikirannya macam-macam dengan L.

~

“Kau tadi bertemu Doyeon?” Sunggyu membuka mulut sambil menonton acara televise Jepang. Myungsoo tampak enggan menjawab. Ia sibuk mengganti pakaiannya.

Yak, jawab aku!” Kini Sunggyu melempar Myungsoo dengan kacang yang sedang dimakan oleh Dongwoo.

Yak!” Myungsoo memutar badannya ke arah Sunggyu. “Nde. Aku bertemu dengannya.”

“Lalu apa yang kalian lakukan?” Sungjong kini buka mulut.

“Hanya makan. Setelah itu kami pulang.”

“Yakin hanya itu?” tanya Woohyun.

Yak! Kalian harus percaya kepadaku.”

“Baiklah kami percaya,” ujar maknae Infinite.

“Semoga aja tidak ada paparazzi disini.” Kini Sungyeol membuka mulut. “Aku takut ini akan menjadi masalah besar. Terutama untuk Naeun,”

~

“Mengapa wajahmu sangat kusut?” tanya Eunji yang baru saja membukakan pintu untuk Naeun.

Anniya..” Naeun berlalu begitu saja setelah melepas sepatunya.

“Dia kenapa?” tanya Bomi. Eunji mengangkat bahunya. Lalu kembali membereskan rak sepatu member A Pink.

“Unnie, kau kenapa?” tanya Namjoo yang kini duduk kasur milik Naeun.

“Kau tahu Namjoo-ya? Minjae oppa bilang bahwa Doyeon kini berada di Jepang. L oppa juga berada di Jepang. Apa itu sebabnya ia tak lagi perduli untuk menghubungiku karena sudah ada Doyeon disana?” tanya Naeun. Matanya tampak berkaca2 setelah mengucapkan kata2 itu.

“Mungkin dia tidak bermaksud. Jangan berpikir yang macam-macam dulu.” Namjoo kini menepuk punggung Naeun. “Kau yang lebih tahu Myungsoo oppa seperti apa, kan?”

~

‘L dan mantannya, DY bertemu di Jepang’

‘Apakah L dan mantannya kembali berpacaran?’

‘L infinite dan mantannya jalan bersama, tanda balikan?’

Artikel berjudul ‘mendramatisir’ itu dengan cepat menjadi topik hangat di berbagai situs Korea.

“Wow. Pantas saja kemarin uri Naeun tampak kusut setelah pulang dari cafe. Apa ini sebabnya?” tanya Chorong.

“Akan kuhajar L, jika rumor ini benar,” ujar Eunji.

“Chorong unnie, telpon Woohyun oppa. Apakah rumor ini benar?” Paksa Bomi. Chorong mengetik beberapa angka lalu menempelkan ponsel nya di telinganya. Beberapa kali ia mencoba menghubungi Woohyun. Tetapi pria itu tidak mengangkatnya.

“Mungkin dia sibuk. Kemana Naeun?”

“Ssttt, ia sedang tidur, unnie.” Hayoung datang dengan langkah pelan. Ia adalah roomate Naeun. Tentu saja ia tahu.

“Dan lihat apa yang aku bawa?” Hayoung memperlihatkan ponsel Naeun yang kini berada di genggamannya.

“Bagus sekali. Coba lihat.” Namjoo merampas ponsel Naeun.

1 pesan

‘Oppa akan pulang hari ini. Oppa akan menjelaskan semuanya.’ – Myung Oppa

“L akan pulang hari ini.”

~

“Aku sudah berfirasat bahwa ini akan jadi masalah besar.” ujar Sungyeol.

“Jadi apa kau benar2 kembali dengan Doyeon?” tanya Manager.

“Aku tidak kembali padanya. Kau tahu kan siapa yang memiliki hatiku sekarang ini?”

“Lalu mengapa kau bisa makan dengannya?”

“Aku tidak sengaja bertemu dengannya. Bahkan Howon hyung melihatnya. Benarkan, hyung?” Myungsoo melihat ke arah Hoya. Tampak dari matanya bahwa Myungsoo membutuhkan pembelaan dari Hoya sekarang.

“Myungsoo benar. Kami berdua sedang jogging kemarin pagi. Lalu tiba-tiba kami bertemmu dengannya. Aku meningggalkan mereka berdua karena suasananya begitu canggung bila aku tetap berada di antara mereka. Jadi aku meninggalkan Myungsoo. Aku minta maaf. Harusnya aku tak meninggalkan mereka berdua,” jelas Hoya.

“Baiklah, aku mengerti L. Jadi ini hanyalah salah paham. Aku akan memberitahu kepada perwakilan agensi tentang ini,” ujar Manager. Ia mengambil ponsel dari sakunya.

“Lalu apakah kami akan tetap pulang hari ini?” tanya Sungyu, selaku leader.

“Kalian akan tetap pulang hari ini. Hanya saja, pada keberangkatan paling akhir.”

~

“Hayoung-ah… apa kau melihat ponselku?” tanya Naeun berjalan ke arah ruang televisi dengan keadaan setengah sadar.

Anniya.” jawab Hayoung sedikit panik. Namjoo buru-buru menyembunyikan ponsel Naeun di balik punggungnya. “Mungkin ada di kamar. Kau lupa menaruhnya, ya?” ujar Eunji kini mencairkan suasana panik. Naeun mengangguk saja dan kembali masuk ke kamarnya.

“Pastikan dia tidak membuka situs portal hari ini.” ujar Chorong.

~

Naeun berdiri di belakang pintu kamarnya. Ia mendengar semua. Ia semakin penasaran dengan apa yang unnie dan dongsaeng-nya sembunyikan. Ia tak kehabisan akal. Ia mengambil ponsel Hayoung yang disimpan dibawah bantal berbentuk panda.

Naeun mengetik beberapa kata dan terbongkarlah apa yang telah disembunyikan oleh member lainnya. Sekujur tubuhnya terasa kaku, tetapi jari tangannya masih men-scroll down berita yang terkait dengan “L”. Ia membaca setiap artikel. Hatinya teriris kala artikel menyebutkan bahwa L kembali bersama dengan mantannya. Belum saja luka di hati Naeun menghilang ketika ia tahu bahwa L dan mantannya itu berada di Jepang. Sekarang ia harus ditimpa oleh kenyataan pahit lagi.

~

“Kau tampak kacau. Aku mengerti yang kau rasakan,” ujar Sungyeol.

“Berama lama lagi kita akan sampai?”

“Sabarlah, Myung. Naeun-mu tidak akan kemana-mana. Aku pastikan itu.”

“Kau tahu darimana?”

“Chorong tadi mengirim pesan kepadaku.”

“Jadi hubunganmu sudah sejauh itu, Namu?” Tanya Dongwoo berusaha mencairkan suasana.

“Yak! Sudah jangan bahas itu,” kata Woohyun berusaha menggembalikan topik pembicaraan.

“Namu hyung… Katakan kepada Chorong bahwa aku akan segera kesana. Jadi bukakan aku pintu,” pesan Myungsoo. Woohyun mengangguk lalu mengetik beberapa kata.

“Aku mohon. Tunggulah.”

 

~

Naeun membuka pintu kamarnya. Dengan jeans, cardigan dan tak lupa topinya, Naeun siap untuk pergi.

“Mau kemana?” tanya Chorong.

“Mencari udara segar.”

“Sendirian?” tanya Hayoung nampak khawatir. Pasalnya, ia melihat history di ponselnya. Ia sangat ingat bahwa ia tidak membuka situs portal apapun apalagi mengenai berita L. Dan ia yakin bahwa Naeun yang membukanya. Dan Naeun jelas sudah tahu apa yang terjadi.

Nde.” Kini Naeun memakai sepatu comfort hitam miliknya. “Aku pergi.”

“Hmmm,” gumam Chorong. Walaupun ia sedikit khawatir tapi ia tetap mengizinkan Naeun pergi.

~

Infinite sudah sampai di Gimpo Airport. Walaupun mereka sudah berusaha agar para awak media tidak mengejar mereka, tapi hasilnya tetap sama saja. Ketika mereka baru saja keluar dari bandara, mereka langsung dikejar pertanyaan seputar L.

“Agensi kami sudah menjelaskannya,” ujar Sunggyu ditengah tengah kerumunan wartawan. Walaupun sudah dijawab oleh Sunggyu, para wartawan masih tak puas.

“Bagaimana perasaan L saat ini? Apa ia senang bertemu dengan mantannya?”

“Adakah kemungkinan kalian akan kembali bersama”

Pertanyaan itu membuat kepala L terasa ingin pecah. Untung saja, bodyguard dengan cepat membawa mereka ke dalam mobil van.

“Aku hampir gila.” ujar L frustasi. “Bukankah agensi kita sudah menklarifikasi semuanya? Kenapa pertanyaan mereka layaknya kita tidak pernah menanggapi rumor ini?”

“Kau harus sabar L. Inilah resiko kita sebagai idol.” Sungyeol memberi penjelasan dan berusaha menenangkan L.

“Sebentar lagi kita akan sampai,” kata Sunggyu.

Ditengah perjalanan tiba-tiba Hoya menyuruh supir untuk berhenti. “L ! Bukankah itu…” kata Hoya. “NAEUN!”

~

Naeun masih terduduk di bangku yang ada di pinggir Sungai Han. Ia masih tak ingin berubah posisi sedikitpun. Ia masih ingin berada di tempat ini walaupun sedari tadi ponselnya berdering.

Matanya masih terpaku pada keindahan Sungai milik Negara tercintanya itu. Pikiran positif sampai negatif tentang L terus melayang-layang dipikirannya. Ia tak bisa berpikir jernih saat ini. Untung saja jadwal syutingnya akan ditunda sampai besok.

Tiba-tiba tangan seseorang menutup mata indahnya. Sontak Naeun kaget dan berusaha melepaskan tangan itu.

“Apa yang kau lakukan disini nona Son?” Ketika Naeun menoleh, wajah seorang pria tampan sudah terpampang di depan wajahnya yang hanya berjarak 5 cm. Ia masih shock. Apakah benar pria tampan yang berada di depannya ini adalah kekasihnya? L Kim ? Kim Myungsoo?

“Aku adalah kekasihmu. Kim Myungsoo. Kau pasti terkejut dengan kehadiranku disini. Benarkan?” Kini Myungsoo duduk disamping Naeun.

“Aku tahu kau bawa mobil kesini. Jadi untuk berjaga-jaga, jika wartawan memergoki kita. Lebih baik kita masuk ke dalam mobilmu sekarang.”

Myungsoo menarik tangan Naeun. Tapi Naeun melepaskan genggamannya.

Wae?”

“Nampeun.” Satu kata itu membuat hati Myungsoo sedikit teriris. Tetapi itulah kenyataannya. Ia tahu bahwa ia adalah nampeun namja.

Bukannya marah, L justru tersenyum dan menarik lagi tangan Naeun untuk masuk ke dalam mobil.

“Kau tahu? Kalau kita ketahuan. Ini akan jadi masalah yang lebih besar daripada masalah sekarang,” Myungsoo melepas jaket hitamnya untuk melindungi Naeun dari dingin yang menusuk kulit. Setelah memastikan bahwa mereka sudah masuk ke dalam mobil, Myungsoo mulai mempersiapkan dirinya untuk memberi penjelasan kepada Naeun dengan sejujur-jujurnya.

“Aku akan jelaskan semuanya. Aku bertemu secara tidak sengaja. Dengar. Ini tidak sengaja. Aku bertemu dengannya dan ia mengajakku untuk makan. Aku merasa bahwa janji kami harus ditepati bahwa stelah tidak lagi menjadi pasangan. Hubungan pertemanan kami harus terjaga baik.”

jelas Myungsoo sambil memperhatikan ekspresi Naeun. Ekspresi Naeun masih datar.

“Lalu dengan tanpa sepengatahuanku, ada yang memotretku bersamanya. Aku sungguh terkejut ketika keesokan harinya, berita itu sudah muncul di berbagai situs portal.”

“Aku sungguh tidak punya perasaan apa-apa lagi padanya.” Myungsoo menghela napas karena sedari tadi ekspresi yang diperlihatkan oleh Naeun sama saja.

“Lalu kenapa kau tidak menjawab ponselku dan tidak menghubungiku?” Kini Naeun mulai membuka mulut.

“Aku…” Myungsoo menggaruk kulit kepalanya -yang sebenarnya tidak gatal-. “Tadinya aku berniat utuk mengerjaimu. Aku ingin membuat suprise ketika aku sampai di Korea.”

Perlahan Myungsoo mendekatkan wajahnya pada wajah Naeun. “Apa kau ingat dalam hitungan beberapa menit lagi, kita akan merayakan hari ke-200 kita?”

Dengan gugup, Naeun menjawab, “Astaga, aku lupa, oppa. Mianhae.”

“Apakah hanya aku yang mengingatnya. Ahhh menyedihkan.” Myungsoo memasang raut wajah kecewa.

Mianhae…” ujar Naeun sekali lagi. Ia tak enak hati melihat Myungsoo seperti ini.

“Aku akan memaafkanmu. Tapi kau juga harus memaafkanku!”

“Tapi, apa benar bahwa kau tidak ada perasaan apa-apa lagi dengan ‘dia’ ?”

“Astaga, Son Naeun. Kau sangat tahu, kan, hatiku ini sepenuhnya milik siapa?”. Lagi. Myungsoo mendekatkan wajahnya ke wajah Naeun.Membuat Naeun tak dapat menyembunyikan semburat merah di pipinya. Perlahan… chu~

Myungsoo mengecup Naeun singkat. “Kau adalah pemilik hatiku sepenuhnya.” Dengan tatapan elangnya, Myungsoo menatap Naeun penuh kesungguhan.

“Apa kau percaya sekarang?” tanya Myungsoo. Naeun mengangguk dan balik membalas ciuman singkat Myungsoo.

“Aku percaya bahwa Kim Myungsoo mecintai Son Naeun dan Son Naeun pun mencintai Kim Myungsoo.” Ujar Naeun. Myungsoo tersenyum penuh kebahagian.

“Kalau begitu. Ayo kita merayakan hari ke-200 kita.”

“Dengan cara apa?” tanya Naeun. Myungsoo membisikkan sesuatu. Naeun membelalakkan matanya.

“Yak!” Pipinya mulai merona lagi. “Bagaimana bisa kau begitu romantis sekarang, oppa?”

“Tentu saja bisa. Kim Myungsoo sudah berubah menjadi begitu romansi karena siapa? Karena Son Naeun. Kajja, kita kesana!” Myungsoo mulai menginjak gas mobil Naeun dan dengan hitungan detik, mobil Naeun sudah meninggalkan area Sungai Han.

End

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s