Beranda » EXO » [FF] Oneshoot : You’re My Love

[FF] Oneshoot : You’re My Love

pizap.com13616897671251
Title : You’re My Love
Author : Aca Min Min
Cast :
Sooyoung ‘SNSD’
Kris ‘EXO-M’
Other Cast :
Jessica ‘SNSD’
Siwon ‘Super Junior’
Tiffany ‘SNSD’
Length : Oneshoot
Genre : Romance
Rating : G
Author Note : Finally 😀 . Selesai satu lagi utang sama readers. Ini FF dadakan, baru dapet ide tadi pagi terus langsung author tuangkan (?) dalan FF. Author berusaha untuk memperbaiki FF yang uthor buat, kemarin, FF author kurang serem, kemarin lagi, FF author kecepetan. So, semoga yang ini bisa memuaskan. Kritik dan saran sangat diperlukan dan DON’T PLAGIAT !!! Hope you like it Ninjas !!! 😀

Sooyoung P.O.V
Aku harus tampil cantik hari ini. Hari ini aku akan masuk ke Universitas baruku. Di Universitas yang sama dengan oppaku. Dia bernama Choi Si Won. Aku melihat ke arah cermin, sepertinya penampilanku sudah cukup baik.
“Soo …” panggil umma.
“Nde, umma. Wae ?” teriakku dari dalam kamar. Kemudian umma masuk ke dalam kamar.
“Kau sudah siap ?”
“Seperti yang umma lihat. Bukankah hari ini aku sangat cantik ?”
“Nde, anak umma kan selalu cantik. Ayo, kita sarapan.” Aku dan umma keluar untuk sarapan pagi. Kebetulan sekali, perutku sudah lapar.
“Soo … Kau cantik sekali,” puji Siwon oppa.
“Kau tak tahu ? Adikmu ini memang sangat cantik.”
“Pede sekali,” kata oppa pelan.
“Pede itu diperlukan oppa. Jangan seperti oppa, terlalu jaim. Mulailah mencari pasangan, oppa.”
“Oppa sudah mendapatkannya. Tapi …”
“Nugu … Nuguya ?”
“Yak !! Belum oppa selesai bicara, kau sudah memotongnya. Dia seorang wanita.”
“Tentu saja dia seorang wanita !! Tidak mungkin kan, oppa menyukai pria ? Ceritalah kepadaku, oppa …”
“Nanti bila waktunya sudah tepat.” Aku memasang wajah cemberut. Dia susah sekali untuk mengungkapkan gadis yang dekat dengannya atau tentang gadis yang ia suka. Apa perlu aku menyelidikinya ?
“Sudahlah, ayo makan. Nanti kalian berdua telat.” Aku dan Siwon oppa pun melanjutkan makan.

“Kelasmu dimana ???”
“Itu …” kataku sambil menunjuk ke arah kelasku.
“Ya sudah, oppa antar sampai disini. Jaga dirimu baik-baik dan jaga matamu agar tidak melirik namja tampan semacam oppa ini,” goda Siwon oppa.
“Yak !!! Tumben sekali kau bersikap pede.”
“Kau kan yang menyarankan ?”
“Nde, tapi aku tak menyangka kau bisa langsung tanggap dengan saranku itu.” Siwon oppa hanya tersenyum memamerkan lesung pipinya.
“Sudah sana. Aku malu jika kesan pertamaku adalah diantar oleh oppa. Nanti aku dikira manja.”
“Baiklah.” Siwon oppa pergi dari hadapanku.

Brukk …
“Yak !!” teriak yeoja yang tidak sengaja kutabrak.
“Mianhae …”
“Mianhae ?? Lihat !! Bajuku basah terkena Lemon Tea gara-gara kau menabrakku.”
“Akan ku ganti dengan uang …”
“Kau kira aku orang miskin ??!!”
“LALU APA MAUMU ???!!!” kataku berteriak. Sebenarnya aku tak ingin marah. Aku sudah berusaha sopan padanya, tapi dia justru tidak menanggapi dengan baik sikap sopanku itu. Menyebalkan sekali orang semacam dia ini. Dia kira, dia siapa ?
“Aku ingin jaketmu !!!”
“MWO ??!! Ini aku beli jauh-jauh dan ini langka. Bagaimana kalau aku ganti dengan uang ?” tawarku. Ini jaket kesayanganku. Aku tak mau jaket ini menjadi milik wanita menyebalkan ini.
“Annio. Kalau kau tidak mau, berlututlah dan minta maaf padaku di depan kelas !!!”
“ANNIO !!!”
“Berikan atau …”
“Baiklah, ini !!!” kataku memberikan jaket kesayanganku. Aku tidak rela, sungguh tidak rela. Tapi, ini lebih baik daripada harus berlutut di depan kelas. Mau taruh dimana harga diriku ? Wanita itu mulai memakai jaketku untuk menutupi baju yang basah terkena Lemon Tea nya.
“Mianhae, aku Choi Soo Young,” kataku menyingkirkan amarahku dan mengulurkan tanganku.
“Aku Jessica Jung,” katanya tanpa menyambut uluran tanganku, dia pergi begitu saja.
“DASAR WANITA SOMBONG !!” teriakku. Dia berhenti dan menoleh sebentar. Setelah itu, dia berjalan lagi dengan kedua temannya.
“Anyeong. Aku Tiffany Hwang, bolehkah kita berkenalan ?” tanya wanita cantik di hadapanku saat ini.
“Tentu saja boleh. Aku Choi Soo Young.”
“Kau adik Siwon oppa, kan ?”
“Nde, bagaimana kau tahu ?”
“Aku sudah kenal lama dengan oppa mu itu. Senang berkenalan denganmu,” kata wanita itu tersenyum manis.
“Tapi, kalau kau kenal dengan oppa ku. Kenapa kau masuk ke kelas ini ??”
“Tentu saja, disini kelas unggulan. Apa kau tidak tahu ?”
“Kelas unggulan ?? Annio, aku tak tahu. Oppa tak memberitahuku.”
“Berarti kau termasuk anak yang pintar, nde ?” kata Tiffany tersenyum.
“Mungkin saja …” kataku tertawa kemudian.

Aku duduk bersebelahan dengan Tiffany. Pelajaran dimulai. Ternyata jadi mahasiswi itu tak enak. Pelajarannya sangat susah. Baru pertama masuk saja sudah seperti ini.
“Kau tahu cara itu, Tiffany-ssi ?”
“Aku pernah mempelajarinya di semester lalu. Kau pasti merasa itu sangat sulit, bukan ?” Aku mengangguk.
“Kau bisa tanya kepada oppa mu. Dia cukup pintar untuk masalah ini.” Aku mengangguk lagi. Sepertinya Tiffany sangat dekat dengan oppaku itu.

Tok … Tok … Tok …
“Anyeong … Kita kedatangan murid baru, dia dari Canada. Silahkan perkenalkan namamu.”
“I’m Kris Wu from Canada. You can called me Kris. Thank you.” Aku mengacungkan tangan. Namja bernama Kris itu menengok.
“Can you speak Korean language ?”
“Yes. I can speak Korean language. Anyeong haeseyo. Kris imnida.” Akhirnya dia bisa berbicara bahasa Korea juga. Aku tak bisa berkomunikasi secara jelas dengannya jika dia terus menggunakan Bahasa Inggris. Bukannya aku tak bisa berbahasa Inggris, aku hanya sedikit canggung jika berkomunikasi dengan Bahasa Inggris.
“Silahkan duduk di sebelah Sooyoung-ssi. Di sana masih ada tempat kosong.”
Namja bernama Kris itu duduk di sebelahku.
“Anyeong, Choi Soo Young imnida,” kataku mengulurkan tangan. Dia menyambut dengan baik uluran tanganku itu.
“Kris imnida.” Ternyata dibalik wajah dinginnya, ternyata dia orang yang ramah. Tak seperti wanita bernama Jessica tadi. Oh ya ? Kemana Jessica ?? Aku melihat ke arah kanan dan kiri untuk mencari keberadaannya. Oh … Ternyata dia berada cukup jauh dariku. Baguslah.
“Choi Soo Young-ssi,” pangil Kris. Aku tersadar dari lamunanku.
“Nde ?”
“Tanganmu …” Aku baru tersadar bahwa daritadi, aku belum melepaskan genggaman kami.
“Mianhae …” kataku nyengir kuda. Ya Tuhan, kenapa jantung ini berdegup dengan kencang ? Apa ini yang namanya jatuh cinta ?
“Sooyoung-ssi, kau baik-baik saja ?” tanya Tiffany.
“Nde, aku baik-baik saja. Tiffany, maukah kau kerumahku nanti sore untuk mempelajari materi yang sulit ?” Tiffany mengangguk dan memperlihatkan eye-smile nya.
Sooyoung P.O.V End

@Choi Family’s House
Tok … Tok … Tok …
Siwon membuka pintu rumahnya. Mr. Choi dan Mrs. Choi sedang tidak ada dirumah, sedangkan Sooyoung sedang di dapur untuk menyiapkan beberapa snacks untuk Tiffany yang akan datang ke rumahnya.
“Nde …” Siwon mendapati Tiffany berada di depan pintu dengan senyum khas nya.
“Tiffany ??? Silahkan masuk …” Tiffany masuk ke dalam rumah keluarga Choi.
“Oppa, apakah Sooyoung ada ?”
“Nde … Dia sedang ada di dapur untuk mempersiapkan snacks untukmu.”
“Harusnya dia tak usah repot-repot.”
“Annio. Ini memang sudah tradisi di keluarga kami, bahwa tamu yang akan datang, harus kami perlakukan sebaik-baiknya.” Tiffany hanya mengangguk.
Hening ~
Siwon dan Tiffany terlihat gugup satu sama lain. Sampai akhirnya Sooyoung datang sambil membawa beberapa snacks dan memecah keheningan tersebut.
“Tiffany … Ini, silahkan dimakan. Oppa, untuk apa kau berlama-lama disini ??”
“Memangnya oppa tak boleh berada disini ??”
“Oppa ingin mendekati Tiffany ya ?” goda Sooyoung dan berhasil membuat Siwon salah tingkah.
“Annio, lebih baik aku masuk ke dalam kamar.” Sooyoung hanya tertawa melihat tingkah oppa nya itu.
“Baiklah, bisa kita mulai belajarnya ?” tanya Tiffany. Mereka mulai berlajar. Ternyata, Siwon mengintip dari dalam.
“Dia benar-benar tipe ideal ku.”

“Sooyoung-ssi, aku pulang dulu,” pamit Tiffany.
“Baiklah …” Tiffany mulai melaju dengan mobilnya.
Tiit … Tiiitt …
Suara klakson mobil di depan rumah keluarga Choi.
“Sooyoung, nuguya ?” tanya Siwon. Sooyoung keluar untuk melihat siapa yang datang. Dan …
“Kris ??!!!”
“Sooyoung-ssi, maaf jika aku mengganggumu. Aku menemukan dompetmu di bawah mejamu. Aku takut kau panik mencarinya. Jadi, aku ingin mengembalikan dompetmu ini.”
“Gomawo, Kris. Bagaimana kau bisa tahu rumahku ?”
“Aku melihat kartu pendudukmu. Disana tertera jelas, dimana alamatmu.”
“Soo … Siapa dia ?” tanya Siwon kepada Sooyoung.
“Dia Kris, classmate-ku.”
“Classmate atau …?” goda Siwon. Sooyoung melotot kepada Siwon.
“Baiklah. Silahkan masuk, Kris. Kau ini bagaimana Soo, tamu itu harus dipersilahkan masuk !”
“Aku hanya sebentar untuk mengembalikan dompet Sooyoung.”
“Ayolah, Kris. Masuklah walau hanya sebentar.”
“Baiklah.” Akhirnya Kris menerima permintaan Siwon.
“Soo, kau temani Kris. Oppa ingin masuk ke dalam.”
Hening ~
“Soo …” panggil Kris.
“Nde ?”
“Lebih baik aku pulang saja.”
“Annio. Kau mau minum apa ?”
“Air putih sudah cukup.”
“Baiklah, akan aku ambil di dapur.” Sooyoung mengambil air putih di dapur.
‘Kenapa aku menjadi beku saat berada di dekatnya. Apa ini yang disebut cinta ?’
Kris sudah pulang dari rumah Sooyoung. Mereka sempat mengobrol sedikit tadi, tapi mereka masih canggung.
“Soo … Kau menyukainya ?” tanya Siwon tiba-tiba.
“Aku …”
“Kau tak bisa berbohong pada oppa.” Sooyoung mengangguk pelan.
“Kau juga menyukai Tiffany ya ?” goda Sooyoung. Siwon mengangkat bahunya dan masuk ke dalam.
“Yak !!!” Sooyoung mengejar Siwon. Mereka berlari kesana kemari dan begitu seterusnya.

Berbulan-bulan sudah Sooyoung belajar di Universitas. Sooyoung, Tiffany dan Kris sudah mulai dekat satu sama lain. Terutama Sooyoung dan Kris. Sooyoung merasa senang, sekarang mereka bisa bersahabat. Menurutnya, itu adalah anugrah dan langkah awal untuk mendapatkan Kris.
“Soo … aku boleh bercerita ?” tanya Kris yang tiba-tiba duduk disebelah Sooyoung.
“Mwo ??!! Tentu …”
“Aku menyukai seseorang …”
“Nde …” Sooyoung tersenyum. Dia berharap seseorang itu adalah ia sendiri.
“Dia terlihat dingin, tapi entah mengapa aku selalu memikirkannya.”
“Nugu ?”
“Jessica …” Sooyoung kaget. Tentu saja, Jessica. Perempuan judes, bagaimana Kris bisa menyukainya ?
“Bagaimana kau bisa …”
“Itulah kenapa aku bercerita padamu. Apakah aku harus menyukainya ?”
Sooyoung menghela nafas pendek untuk selanjutnya menjawab pertanyaan Kris.
“Itu terletak pada hatimu.”
“Mwo ??!!”
“Cinta … Itu terletak pada hatimu. Hatimu akan menuntunmu kepada orang yang kau cintai. Mungkin Jessica memang judes, jahat atau apapun itu. Tapi, jika hatimu mengatakan bahwa Jessica adalah cintamu, wanitamu, itu berarti kau berhak mencintainya.” Kris tertegun mendengar kata-kata Sooyoung. Sooyoung benar, hatinya lah yang akan menuntunnya kepada cinta sejatinya.
“Gomawo, Sooyoung-ssi.” Kris memeluk Sooyoung. Sooyoung terdiam lalu pada akhirnya ia membalas pelukan Kris.
“Soo … Aku bangga punya sahabat sepertimu.” Sooyoung mengangguk.
‘Aku tak tahu kenapa, kata-kata itu terlontar saja dari mulutku. Harusnya aku sedih atau marah. Tapi, dengan melihatmu bahagia, aku juga ikut bahagia. Kau adalah cinta pada pandangan pertama.’

“Soo … Perlukah aku mendekati Jessica sekarang ?”
“Dekatilah.” Kris mulai mendekati ‘Jessica and the genk’ yang terdiri dari Jessica, Yuri, dan Yoona.
“Jessica-ssi, aku membelikanmu bunga mawar ini. Terimalah …” kata Kris memberanikan diri.
“Ehhmm … Sic, kayaknya ada yang suka lagi nih …” goda Yuri.
“Gomawo, Kris. Duduklah disini,” ajak Jessica. Kris mulai duduk disamping Jessica. Sooyoung yang melihat dari jauh, hanya tersenyum kecil lalu pergi.
“Soo … Kau tak apa ? Kau terlihat aneh …”
“Annio.”
“Apa karena Kris ???” Sooyoung sontak menengok ke arah Tiffany.
“Annio. Fany-ah, aku ingin melupakannya. Tapi tidak bisa …”
“Aku tidak tahu harus beri saran apalagi. Semua sudah kau coba, tapi itu tidak berhasil. Lebih baik kau ikuti takdir Tuhan, aku yakin, jika Kris jodohmu, dia pasti akan bersamamu. Jika tidak, aku yakin kau akan mendapatkan yang lebih baik.”
“Lalu ? Bagaimana hubunganmu dengan Siwon oppa ?”
“Kami sudah berpacaran.”
“Yak !!! Kalian tidak memberitahuku. Bad Girl !” kata Sooyoung memasang wajah marah.
“Jangan marah, Soo …”
“Aku tak akan marah, jika kau menraktirku beberapa makanan dikantin.”
“Baiklah, apapun yang Princess Soo mau. Asalkan jangan marah padaku.” Sooyoung mengeluarkan winknya.
“Kajja !!”

“Sooyoung-ssi !!!” panggil Jessica.
“Nde ?”
“Kau tahu tidak ? Sahabatmu Kris, sudah berpacaran denganku.”
“MWO ??!!”
“Nde … Dia belum cerita denganmu ya ? Bersiaplah Sooyoung-ssi, kau akan kehilangan sahabatmu itu.” Sooyoung terdiam.
“Baiklah aku pergi.” Sooyoung masih terdiam di tempat. Lalu dia buru-buru lari ke kelas.
“Tiffany !!!” panggil Sooyoung.
“Kenapa kau lari-lari ?”
“Aku mencarimu.”
“Ada apa ?”
“Kris sudah pacaran dengan Jessica …”
“MWO ???!!!”
“Itu dia, aku ingin bertanya kepadamu, apakah Kris bercerita padamu soal itu ?”
“Annio.”
“Dia juga tidak bercerita padaku.”
“Sahabat macam apa dia ?”
“Sudahlah, Fany. Mungkin lebih baik seperti ini. Dengan Kris berpacaran dengan Jessica, aku bisa lebih mudah melupakannya.”
“Kau benar. Sekarang dimana Kris ?” Sooyoung mengangkat bahunya.
“Oh ya, Fany. Aku berencana untuk melanjutkan semester selanjutnya di Berlin, Inggris.”
“MWO ???!!! Jangan pergi Soo … Jangan karena Kris kau jadi …”
“Annio. Ini bukan karenanya. Aku memang sudah memikirkan ini sejak bulan lalu.”
“Soo …”
“Mianhae …”
“Aku hanya berharap kau dapat menjaga dirimu baik-baik disana.”
“Baiklah, unnie …” Tiffany mengangkat sebelah alisnya.
“Sebentar lagi, kau akan menjadi kakak iparku kan, Fany unnie ?” goda Sooyoung.
“Yak !!!” Tiffany memukul lengan Sooyoung pelan.
“Lalu, kapan kau akan berangkat ke Berlin ?”
“Mungkin besok lusa …”
“Kenapa begitu cepat ?”
“Memang seperti itu …”
“Soo, aku akan merindukanmu.” Tiffany memeluk Sooyoung.
“Nde … Aku pasti akan sangat rindu kepadamu. Aku akan sering menghubungimu.” Mereka saling melempar senyum.

“Jessica, kenapa Kris 3 hari ini tidak masuk ?” tanya Tiffany.
“Sepertinya dia sakit …”
“Sakit apa ?”
“Mana aku tahu. Memang dia tak memberitahumu ? Katanya sahabat …” Tiffany terdiam. Sedangkan Jessica tersenyum penuh kemenangan.
“Aku pergi dulu,” kata Jessica. Tiffany segera mengambil telepon genggamnya.

To : Shikshin Soo
Soo, Kris sakit. Aku harap kau bisa menjenguknya sebelum kau pergi ke Berlin.


I got a boy meotjin ~ I got a boy chakhan ~

Telepon genggam Sooyoung berbunyi. Sooyoung membaca isi pesan dari Tiffany. Ya, sepertinya dia harus ke rumah Kris untuk bertemu dengan Kris yang terakhir kalinya. Walau hanya tersisa 2 jam untuk bertemu dengan Kris.

To : Pany Pany Tippany
Aku akan segera kesana. 2 jam lagi aku akan berangkat ke Berlin.

“Siwon oppa … Bisakah laju mobil ini dipercepat ?”
“Baiklah …” Siwon melaju dengan kecepatan tinggi. Kini mereka mulai sampai di rumah Kris.
Tok … Tok … Tok …
“Nde …” kata Mrs. Wu.
“Apakah Kris ada di rumah, ahjumma ?”
“Dia sedang ada di dalam. Siapa nona ini ?”
“Saya Sooyoung, sahabat Kris. Ini oppa saya, Siwon. Kami ingin menjenguk Kris, ahjumma.”
“Silahkan masuk kalau begitu.”
Sooyoung masuk ke dalam kamar Kris. Sedangkan Siwon menunggu di luar. Di kamar Kris, hanya ada Kris dan Sooyoung.
“Kris … Apa yang terjadi denganmu ?”
“Aku hanya sakit demam.”
“Kau masih merasa sakit ?”
“Sekarang sudah baikan, Soo. Kau tak perlu khawatir.”
“Kris, ada yang ingin kutanyakan. Apakah Jessica berpacaran denganmu ?”
“Annio. Aku menyatakan cinta padanya. Tapi, ternyata dia sudah mempunyai pacar, yaitu Taecyeon hyung.”
“Lalu …”
“Aku pergi. Sepertinya dia memang bukan wanita yang tepat untuk kucintai.” Sooyoung mengangguk.
“Syukurlah, kalau kau tidak terbuai dalam cintanya. Kris, aku ingin pergi ke Berlin untuk melanjutkan kuliah disana.”
“MWO ??!!!” Kris langsung terbangun dari tempat tidurnya.
“Kenapa kau pergi disaat aku terbaring lemah seperti ini ? Disaat aku membutuhkanmu ?”
“Mianhae. Ini …” kata Sooyoung memberikan sebuah kotak. Kris ingin membuka kotak tersebut, tapi dilarang oleh Sooyoung.
“Jangan dibuka sekarang. Bukalah setelah aku pergi. Aku pergi dulu, Kris. Kau tak usah khawatir, aku akan sering menghubungimu jika sudah di Berlin.”
“Soo …” Kris langsung memeluk Sooyoung.
“Aku pasti akan merindukanmu. Kaulah sahabat terbaikku.” Sooyoung membalas pelukan hangat Kris.

Kini Sooyoung sudah berada di dalam mobil.
“Oppa, ayo kita berangkat.” Mobil mulai melaju, padahal masih tersisa 1 jam 15 menit lagi. Tapi, Sooyoung tak mau telat. Mobil melaju dengan cepat. Sooyoung melihat kea rah jendela mobil. Tanpa terasa air matanya jatuh. Dia tak sanggup meninggalkan Tiffany, Kris dan teman-temannya yang lain. Dia bahkan juga memikirkan Jessica. Setelah dia di Berlin nanti, suasana pasti akan sangat berberda.
“Soo … Kita sudah sampai. Apa perlu oppa mengantarmu sampai ke ruang tunggu ?”
“Annio … Aku bisa sendiri. Aku hanya perlu bantuanmu untuk menurunkan barang-barangku.”
“Baiklah.” Siwon menurunkan barang-barang Sooyoung dari mobilnya.
“Soo … Jaga dirimu baik-baik …” Siwon memeluk Sooyoung.
“Nde … Oppa juga harus jaga diri baik-baik dan jaga Tiffany.”
“Itu sudah pasti.”
“Baiklah, oppa. Aku masuk ke ruang tunggu. Ingat ! Jaga dirimu baik baik dan selalu rindukan aku.”
“Nde, dongsaengku yang cerewet,” kata Siwon mencubit hidung Sooyoung.
“Yak !!! Sudahlah, aku ingin masuk. Bye, oppa.”
“Bye …”
Sooyoung segera masuk ke ruang tunggu. Masih ada 49 menit lagi untuknya menunggu.

Kris POV
Bagaimana mungkin Sooyoung akan pergi secepat itu ? Aku membutuhkannya disaat seperti ini. Hanya dia yang bisa membuatku merasa nyaman. Hanya dia. Aku mulai membuka kotak yang Sooyoung berikan. Ternyata didalamnya berisi foto-fotoku bersamanya dan selembar surat. Aku mulai membaca surat yang Sooyoung berikan.
‘Kris, kau tahu ? Ini berat untukku meninggalkan Seoul. Sebenarnya aku tak mau. Tapi, aku sadar, bahwa aku harus menuntut ilmu setinggi mungkin. Aku ingin mengatakan hal yang penting dan hal yang tak berani aku katakan padamu. Kris, Saranghaeyo. Aku tahu, kau hanya menganggapku sebagai sahabat. Aku juga sadar itu. Berulang kali aku ingin melupakanmu. Tapi … Itu tak pernah bisa. Kau selalu dan selalu ada dipikiranku. Bahkan saat kau mencintai Jessica, aku juga tak kunjung bisa melupakanmu. Aku begitu malu untuk mengungkapkan perasaan ini secara langsung. Aku hanya bisa mengungkapkannya lewat surat. Mianhaeyo. Aku pasti akan sangat merindukanmu. Saranghae.’
Aku tertegun. Ternyata sampai seperti itu kah Sooyoung mencintaiku ? Sampai Sooyoung harus berusaha tegar saat aku bersama Jessica. Aku tak menyangka. Aku tidak marah, Soo. Justru sekarang, aku tahu arti cinta yang sebenarnya. Cinta ada disaat dia selalu ada di samping kita dalam keadaan apapun. Bukan hanya sekedar deg-deg-an. Tapi cinta menerima apapun kekurangan dan kelebihan kita, juga bahagia saat orang yang kita cintai juga bahagia. Gomawo, Soo. Karena kau, aku tahu arti cinta sebenarnya. Saranghaeyo. Sekarang, aku harus mengejarmu sebelum kau pergi. Ya, aku harus memperjuangkan cintaku kepadamu. Semua rasa sakitku hilang seketika. Aku terbangun dari tempat tidurku dan mulai bergegas ke garasi untuk mengambil mobil.
“Kris, kau mau kemana ? Kau masih sakit,” kata umma.
“Aku tidak sakit lagi, umma. Aku ingin memperjuangkan cinta.” Umma Nampak terkejut mendengar perkataanku tapi setelah itu dia tersenyum.
Aku melajukan mobilku dengan sangat cepat. Tak lama kemudian, aku sampai di bandara. Aku mencari dimana keberadaan Sooyoung. Aku berlari dan berusaha untuk masuk ke ruang tunggu.
“Hey !!! Kau tidak boleh masuk. Dimana tiketmu ?”
“Saya tidak punya tiket, ahjussi.”
“Berarti kau tidak boleh masuk.”
“Tapi saya ingin bertemu pacar saya. Saya mohon, izinkan saya masuk sebentar saja.”
“Bukan urusanku.” Aku diam sebentar lalu berlari secepat mungkin untuk masuk ke ruang tunggu.
“Hey !!!!” kata petugas tadi mengejarku.
“Mianhae …” kataku yang berlari melewati orang-orang di Bandara.

Brukk …
“Yak !!!” kata wanita yang kutabrak. Aku tak sengaja menjatuhkan donat-donatnya. Aku mengangkat kepalaku untuk melihatnya secara jelas dan ternyata …
“Sooyoung ???!!!” Aku sungguh terkejut dan juga senang.
“Kris ???!!! Bagaimana …”
“Yak !! Akhirnya kau tertangkap juga. Sekarang, ayo keluar.”
“Ahjussi, tunggu sebentar. Aku ingin berbicara dengannya sebentar.”
“Tapi …”
“Ini …” kata Sooyoung memberikan sejumlah uang untuk petugas itu.
“Aku tak akan naik pesawat, kau tenang saja ahjussi,” kataku.
“Baiklah.” Akhirnya petugas itu pergi.
“Bagaimana kau bisa ada disini ?” tanya Sooyoung.
“Aku ingin mengejar cintaku.”
“Jessica tidak ada disini.”
“Bukan Jessica, tapi kau …”
“MWO ???!!!!” teriakan Sooyoung membuat orang disekitar kami menoleh ke arah kami.
“Yak !!! Pelan-pelan …”
“Maksud perkataanmu tadi …”
“Kau adalah cintaku. Saranghaeyo. Aku mohon kau jangan pergi.” Aku memeluknya. Tak perduli berapa banyak orang yang melihat adegan kami ini. Tapi, aku begitu mencintainya.
“Nado saranghae … Aku tak akan pergi.”
“Jinja ??? SARANGHAEYO CHOI SOO YOUNG !!!” kataku sambil menggendongnya.
“HEY !!! Jangan berpacaran disini. Kalian tahu berapa banyak orang yang melihat kalian ?” tegur petugas itu datang lagi. Aku dan Sooyoung saling menatap dan akhirnya kami tertawa bersama.

The End

Iklan

13 thoughts on “[FF] Oneshoot : You’re My Love

  1. good, ….. tapi, tapi, tapi thu ada SiFany yang nyempil bikin gimana gitu…..
    oh ya au ssi, apa nhe project buat bday nya Kiddo Tae?? Nyulik ppany kah?? he he he, sapa tau bisa ikutan, waktu bday nya Tae ntar pas konser di Jepang, pasti disana meriah bgt… pingin ikut ke Jepang!!!!

    • gomawo …
      hahaha, iya, author sempilin dikit SiFany, supaya lebih bervariasi aja gituh. Udah yang sabar, bagaimanapun si Pany kagak bakal berani selingkuh dari Taeng 😀
      project buat KidTaeng ??? Surprise 😀
      kalo nyulik Pany entar author bangkrut 😀 , si Pany kan banyak ngemil sekarang, udah masuk jadi trio shikshin bersama Yoong & Syoung
      yup, enak banyak J-SONE bisa ngerayain ultah Soo kemarin, eh ntar tanggal 9, bisa ikut ngerayain bday Taeng juga #envy >_<
      ayo kita ke Jepang, tapi minjem baling" bambu nya Doraemon dulu ya 😀

  2. hohoo! akhirnya dapat juga ff SooKris yang lain xD

    hmm, kirain betulan pacaran -..-
    keren .. suka-suka 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s