Beranda » EXO » [FF] Oneshoot : Try To Love You

[FF] Oneshoot : Try To Love You

pizap.com13612684396091

Title : Try To Love You
Author : Aca Min Min
Cast :
Taeyeon ‘SNSD’
Baekhyun ‘EXO-K’
Tiffany ‘SNSD’
Sehun ‘EXO’
Length : Oneshoot
Genre : Angst, Romance
Rating : G
Author Note : Halo, readers !!! Kemarin, udah bawa FF horror. Sekarang author membawa FF romance yang cast nya adalah BaekYeon 😀 . Di karenakan banyak yang request, jadi secepatnya nih author buat FF nya. Untuk request yang lain, di pending dulu. Author mau ngelanjutin FF horror yang kemarin sama (insyaallah) FF SooKris atau SeoKris. Karena banyak juga yang request. So, mending kita liat aja FF nya. Hope you like it Bunnies !!! 😉 . Kritik dan saran sangat diperlukan dan DON’T PLAGIAT !!!

“Sehun-ah. Besok jadi ke taman, kan ?”
“Noona, mianhae. Aku tak bisa.”
“Wae ?”
“Aku ada kerja kelompok.”
“Baiklah. Tapi besok kau bisa kan ?”
“Aku juga tidak tahu. Tapi aku akan beritahumu nanti. Bye, noona.”
“Kenapa sikapnya aneh ? Sekarang bahkan dia tidak memanggilku chagiya lagi. Dia malah menyebutku dengan sebutan ‘noona’,” kataTaeyeon bingung. Dia berbalik menuju ke arah kelas. Tidak sengaja, dia melihat Tiffany.
“Mi Young-ah !!” panggil Taeyeon dari kejauhan dan berlari menuju Tiffany.
“Ne, Taeng. Wae ?”
“Bisakah kau temani aku jalan nanti sore ? Aku mengajak Sehun tapi dia tidak bisa.”
“Mianhae Taeng. Hari ini aku janji bertemu seseorang.”
“Nuguya ?” tanya Taeyeon semangat. Tiffany justru terdiam.
“Baiklah kalau itu privasimu. Ya sudah, aku masuk kelas dulu ya. Bye, Mi Young-ah !!” dalam hatinya, Taeyeon merasa aneh kepada sikap teman-temannya.
“Mianhaeyo.”

Kim Tae Yeon wanita pintar dengan wajah yang cantik, baik hati dan memiliki banyak sahabat. Salah satu sahabat dekatnya adalah Tiffany Hwang. Dia sangat dekat dengan Tiffany karena Tiffany adalah teman kost-nya. Dia mendapat beasiswa di Art Univerity berkat suaranya yang menawan. Sama halnya dengan Tiffany. Kim Tae Yeon mempunyai seorang namja bernama Oh Sehun. Namja yang umurnya lebih muda dari Taeyeon. Dua tahun sudah mereka merajut asmara. Sampai akhirnya sikap Sehun aneh terhadapnya. Tiba-tiba saja Sehun memanggil Taeyeon dengan sebutan ‘noona’, bukan chagiya seperti dulu. Baekhyun adalah sahabat Sehun, Taeyeon dan Tiffany. Sama seperti Sehun, Baekhyun juga memiliki umur yang lebih muda dari Taeyeon dan Tiffany. Mereka berempat bersahabat. Tapi sekarang Sehun & Baekhyun tidak dekat seperti dulu karena … suatu hal yang berkaitan dengan Taeyeon.
“Baekhyun-ah !!“ panggil Taeyeon.
“Waeyo, noona ?”
“Akhir-akhir ini aku tidak melihatmu bersama Sehun. Kalian ada masalah ?”
“Emmm …” Baekhyun ragu untuk menjawabnya.
“Rahasia ya ? Kita kan sahabat, Baekhyun-ah,” rayu Taeyeon agar Baekhyun mau bercerita yang sebenarnya. Sebenarnya dia ingin tahu, apa yang membuat Sehun dan Tiffany berubah.
“Bukan begitu noona. Tapi …”
“Ya sudahlah. Kenapa tiba-tiba kedua sahabatku menyembunyikan rahasia ?” gerutu Taeyeon sambil berjalan menjauh dari Baekhyun.
“Kalau kau tau ini. Kau pasti akan sangat sedih, noona.”

“Baekhyun-ah !!” panggil Sehun.
“Mau apa kau kesini ?” kata Baekhyun acuh tak acuh.
“Aku hanya ingin minta maaf atas kejadian minggu lalu.”
“Seharusnya kau minta maaf pada Taeyeon noona. Bukan aku.”
“Aku tidak sanggup.”
“Kau bilang tidak sanggup ? Kau yang melakukan ini dan kau harus terima segala resikonya. Apa kurang Taeyeon noona sehingga kau berselingkuh ? Aku tidak bisa bayangkan jika Taeyeon noona tau kau bermain api dengan sahabatnya sendiri.”
Sehun terdiam. Mencerna kaliamat yang dilontarkan Baekhyun.
“Aku tahu aku salah. Tapi … Aku tidak mencintai Taeyeon noona lagi. Aku mencintai sahabatnya. Ya … sahabatnya … Tiffany Hwang.”
“Kalau kau mencintai Tiffany noona, seharusnya kau bilang dari awal. Jangan mengumpat dan seakan tidak terjadi sesuatu. Putuskan Taeyeon noona. Kalau tidak, keadaan akan semakin parah, Sehun-ah. Aku hanya mengingatkanmu,” kata Baekhyun pergi dari pandangan Sehun.
“Byun Baek Hyun !!! Aku tau kau begini karena kau mencintai Taeyeon noona kan ?!!!” teriak Sehun. Baekhyun mendengar apa yang Sehun katakan. Tapi dia terus berjalan seakan tidak mendengar apapun.

Taeyeon P.O.V
Kenapa semua sahabatku bersikap aneh ? Kenapa semua orang yang kusayang bersikap aneh ? Apa yang sebenarnya mereka sembunyikan dariku ?
“Noona !!” panggil Baekhyun. Dia duduk di samping ku.
“Ne …”
“Aku minta maaf. Kau pasti marah karena aku menyembunyikan rahasia kan ?”
“Aku sudah memaafkanmu. Kita memang sahabat. Tapi kalau itu memang sangat privasi. Aku bisa apa ? Itu hak mu kan ?”
Baekhyun mengangguk.
“Baekhyun-ah …”
“Hmmm …”
“Kau merasa ada yang aneh dengan Sehun & Tiffany ?”
Baekhyun sontak terkejut “Mm … mma … kksud noona ?”
“Kenapa kau gugup ? Apa kau tahu sesuatu ?”
“A .. aa .. annio.”
“Kau menyembunyikan apa ?” aku menyipitkan mataku.
“Annio … Noona, aku ada kelas hari ini. Anyeong,” kata Baekhyun burur-buru pergi. Aku hanya menggodanya, tapi sepertinya dia sangat gugup. Apa ada yang disembunyikannya ? Sepertinya aku harus menyelidiki semua ini. Ini begitu aneh.
Taeyeon P.O.V end

Author P.O.V
“Sehun-ah, sepertinya Taeyeon noona curiga.”
“Mwo ? Curiga ? Biarkan saja Baekhyun-ah. Sepertinya sudah saatnya dia mengetahui semua ini.”
“Apa kau tidak mengerti bagaimana perasaannya nanti jika dia tahu semua ini ?”
“Kau perduli sekali terhadap Taeyeon noona. Bukankan ini rencana yang bagus untukmu ? Jika aku putus dengan Taeyeon Noona, kau bisa datang dan menghiburnya, mengisi hatinya, membuatnya senang lalu dia bisa jatuh cinta kepadamu,” sejenak Baekhyun berpikir untuk mencerna perkataan Sehun barusan.
‘Mungkin ada benarnya. Tapi …’
“Tapi aku tidak sepicik itu, Sehun-ah !” Baekhyun mengambil tas miliknya yang berada di sofa rumah Sehun, lalu pergi meninggalkan Sehun.
‘Aku tau Byun Baekhyun. Sebenarnya, kau ingin menyetujui rencana ku tadi. Tapi, kau terlalu menjaga perasaan Taeyeon noona. Tidak salah memang, menjaga perasaan wanita yang kau cintai.’

Baekhyun berjalan dengan langkah cepat. Dia ingin segera pergi dari rumah Sehun. Tiba-tiba, dia menabrak seseorang di depannya.
“Mianhae. Noona ?!!” kata Baekhyun yang baru tahu bahwa orang yang ditabraknya adalah Tiffany.
“Baekhyun-ah. Kenapa kau ada di sini ? Kau habis bertemu Sehun ?”
“Iya, noona. Baiklah, aku pergi dulu,” kata Baekhyun mencoba untuk pergi menghindari Tiffany.
“Kenapa buru-buru ?” kata Tiffany sambil menarik tangan Baekhyun.
“Mianhae, Noona. Tapi, aku sudah bertemu dengan Sehun tadi. Jadi, aku tak ada urusan lagi dengannya,” jelas Baekhyun. Tiffany pun melepaskan tangan Baekhyun dan mebiarkannya pergi.

Baekhyun pergi ke taman. Dia mulai berpikir, jika dia tidak menyatakan cintanya kepada Taeyeon. Dia mungkin akan selamanya menjadi sahabat Taeyeon dan Taeyeon juga akan menjadi milik orang lain. Tiba-tiba, ada seseorang yang menutupi mata Sehun dengan tangannya.
“Siapa kau ?!!” kaget Baekhyun. Seseorang itu tidak menjawab.
“Hey !!! Aku tanya, siapa kau ?!! Dan lepaskan tangganmu dari mataku !!!” pinta Baekhyun.
“Hahaha … Byun Baekhyun. Kau serius sekali. Aku Taeyeon,” kata seseorang tadi yang rupanya adalah Taeyeon.
“Noona mengangetkanku saja.”
“Kenapa kau termenung tadi ??? Kau memikirkan hal Yadong ya ?” selidik Taeyeon.
“Annio, noona. Aku masih terlalu muda untuk melihat yang seperti itu.”
“Tapi kau sudah pernah, kan ? Sehun saja sudah pernah.”
“Jangan samakan aku dengan Sehun, noona. Dia itu suka melanggar aturan.” Taeyeon mengangguk.
“Oh ya, kenapa kau tadi termenung ?” tanya Taeyeon. Baekhyun tak menjawab.
“Kau selalu tak menjawab. Kau tau ??!! Kacang mahal !!! Jadi jangan mengacangi (?) aku, Byun Baekhyun !!” perintah Taeyeon.
“Annio. Aku sedang memiikirkan test bernyanyiku minggu depan,” kata Baekhyun berbohong.
“Kenapa memirkan hal yang jelas-jelas kau sudah menguasainya ? Kau dikenal dengan suara emasmu.” Baekhyun hanya mengangguk.

Hening ~ Itulah gambaran mengenai suasana di sana. Tak ada yang memulai pembicaraan. Sampai akhirnya …
“Noona, bagaimana jika kita membeli es krim ?” ajak Baekhyun.
“Boleh. Dimana tempatnya ?”
“Disana, Noona !!!” kata Baekhyun menunjuk ke arah tukang es krim.
“Baik. Ayo kita ke sana !!!”
“Ayo !!!”
Mereka berdua berlari menuju tempat es krim itu dijual.
“Agasshi, kami beli es krim nya 2. Yang satu rasa strawberry, yang satu lagi rasa vanilla.”
Tak lama, es krim pun sudah di tangan mereka. Mereka memakan dengan lahapnya. Sampai-sampai, Taeyeon makan dengan sisa es krim di atas bibir mungilnya.
“Noona, jangan makan terburu-buru. Lihat ! Es krim nya jadi kemana-mana,” kata Baekhyun sambil membersihkan sisa es krim di ujung bibir Taeyeon.
“Gomawo, Baekhyun-ah,” Taeyeon tersenyum dengan cerah nya.
“Noona, bagaimana jika kita jalan-jalan di sekitar taman ini ?”
“Boleh.”
Mereka pun berjalan-jalan di sekitar taman. Tiba-tiba …
Brukkk … Taeyeon menabrak sepasang kekasih yang berjalan di depannya.
“Mianhae … Kalian ??!!!” kata Taeyeon terkejut. Ternyata sepasang kekasih tadi adalah Sehun dan Tiffany. Wajar, jika Taeyeon sangat terkejut.
“Jadi … Selama ini, kalian menyembunyikan hubungan rahasia kalian dibelakangku ?” lanjutnya.
“Tt … taaeng … Mianhaeyo. Aku dan Sehun …”
“Pacaran ? Selingkuh ? Mungkin lebih tepatnya bermain api ? Pantas saja, akhir-akhir ini kalian berubah terhadapku.”
“Taeyeon-ah, jangan marah. Kami tahu kami salah.”
“Jangan marah ? Tiffany Hwang !!! Selama ini aku menganggapmu sebagai adikku sendiri, sahabatku dan umma juga untukku. Seperti ini kah akhir dari persahabatan kita ? Aku tak menyangka kau melakukan hal ini, Mi Young-ah.”
“Noona, STOP !!! Jangan memarahi Tiffany Noona. Aku yang salah. Pada awalnya Tiffany noona tidak ingin menerima cintaku karena dirimu. Dia sangat menghormatimu. Tapi , aku memaksanya dan berkata bahwa ini tidak apa-apa. Jadi, aku mohon. Jangan marahi Tiffany noona,” jelas Sehun.
“PENGHIANAT !!!” Taeyeon kemudia pergi dari TKP (?).

“Noona …” Baekhyun berlari mengejar Taeyeon dan menarik tangannya.
“Noona, jangan marah-marah seperti ini. Kita bisa selesaikan dengan kepala dingin. Kita sahabat, bukan ?” rayu Baekhyun.
“Sahabat ??? Kau masih bisa mengatakan kita adalah sahabat, setelah Tiffany, Sehun dan KAU berkhianat kepadaku ?!!”
“Aku … Aku hanya ingin menjaga perasaanmu. Aku menyembunyikan ini, supaya kau tak terluka.”
“Tak terluka ??? Justru ini lah yang lebih membuatku terluka. Kalian tak jujur padaku. Jika kalian jujur, mungkin aku tak akan semarah ini.”
“Mianhae … Tapi aku kira …”
“Perkiraanmu salah, Byun Baekhyun. Kita bukan sahabat lagi.” Taeyeon pergi. Tapi, Baekhyun tak mengejar Taeyeon lagi. Sekarang ia justru sedang mencerna kata-kata Taeyeon.
‘Perkiraanmu salah, Byun Baekhyun. Kita bukan sahabat lagi,’ kata-kata itu terngiang-ngiang di telinga Baekhyun. Jika mereka tak bersahabat lagi, lantas akan semakin sulit Baekhyun untuk mendekati Taeyeon.

Berhari-hari sudah Taeyeon tak masuk kuliah. Tiffany sudah sering ke rumah Taeyeon. Tapi, Taeyeon tak ada dirumah sejak kejadian waktu itu.
“Apakah Taeyeon noona ada di rumah ?” tanya Baekhyun cemas. Tiffany menggelengkan kepalanya.
“Andai ini tidak terjadi,” kata Tiffany merasa bersalah.
“Sekarang bukan saatnya kita saling menyalahkan. Sekarang yang harus kita pikirkan adalah, dimana Taeyeon noona,” kata Baekhyun.
Tiffany bertanya kepada ibu kost tentang dimana keberadaan Taeyeon.
“Ahjumma, apakah anda tahu, dimana Taeyeon sekarang ?”
“Dia bilang, dia ingin pulang ke rumahnya di Jeonju. Memangnya ada apa, Tiffany-ssi ?”
“Annio. Aku ada urusan dengannya. Oh, iya, ahjumma. Tahu tidak kapan dia akan pulang ke Seoul ?”
“Aku tidak tahu pasti. Mungkin akan lama, karena dia sampai menitipkan kuncinya kepadaku.”
“Apa dia bilang, dia akan pindah ?”
“Annio. Kalau dia bilang, dia akan pindah. Sebelum dia pergi ke Jeonju, tidak mungkin dia bayar kost untuk bulan depan.”
“Baiklah, ahjumma. Kamsahamnida,” kata Tiffany sambil membungkuk 90.

“Baekhyun-ah. Taeyeon sekarang berada di Jeonju. Apa perlu, kita kesana ?”
“Biar aku saja yang kesana, noona. Kau dan Sehun di Seoul saja. Aku akan berbicara baik-baik padanya.”
“Baiklah, kalau begitu. Aku mohon, Baekhyun-ah. Ajak dia kembali ke Seoul.”
“Pasti noona … Pasti …”
Baekhyun pergi ke Jeonju menggunakan Bus.
Tok … Tok … Tok …
“Nuguya ?” terdengar suara anak kecil dari dalam. “Siapa oppa tampan ini ?” kata anak itu dengan polosnya.
“Aku, Byun Baekhyun. Apakah ini rumah Kim Tae Yeon ?”
“Nde. Oppa tampan ini ingin mencari Taeyeon unnie?”
“Ah, nde. Apa Taeyeon-ssi ada di rumah ?”
“Ada, oppa tampan. Mari masuk kedalam,” ajak anak itu, yang tak lain dan tak bukan adalah adik Taeyeon.
“Siapa namamu gadis kecil ?”
“Aku, Kim Haeyeon. Adik Kim Taeyeon unnie.”
“Pantas aja kau mirip dengan unnie mu itu.”
“Akan aku panggilkan Taeyeon unnie. Oppa tampan tunggu saja disini.”
Tak lama kemudian, Taeyeon keluar dan terkejut melihat kedatangan Baekhyun.
“Yak !! Kenapa kau ada di sini ?”
“Aku ingin menjemput noona, untuk segera pulang ke Seoul.”
“Untuk apa ??? Aku bisa pulang sendiri. Lagipula, aku belum mau pulang.”
“Noona, mianhae. Kami tak bermaksud …”
“Sudahlah, Baekhyun-ssi. Aku tidak ingin membahas kejadian itu. Lebih baik kau pulang ke Seoul sekarang !”
“Aku sudah datang jauh-jauh, noona. Apa kau benar tidak ingin pulang sekarang ?”
“Aku bilang cepat pulang ke Seoul, Byun Baekhyun !!”
“Taeyeon-ah !! Kenapa kau mengusir tamu, hah ?!” tanya seorang wanita paruh baya, yang adalah seorang ibu dari Taeyeon.
“Umma, aku tidak ingin dia ada disini.”
Bukannya malah menjawab anaknya, Mrs. Kim justru berfokus pada pemuda tampan di depannya. “Anak muda, siapa namamu ? Ada urusan apa, anak muda kesini ? Aku umma dari Taeyeon.”
“Aku Byun Baekhyun, ahjumma. Aku kesini untuk menjemput Taeyeon noona. Aku khawatir karena beberapa hari ini dia tidak kuliah.”
“Yak !! Kim Taeyeon !! Kau bilang kau libur. Jadi ternyata kau bolos, hah ??!!” Yang ditanya malah hanya nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Kau akan pulang ke Seoul hari ini juga ?”
“Annio, ahjumma. Mungkin besok aku akan pulang. Aku akan mencari penginapan semalam di Jeonju.”
“Daripada kau mencari penginapan, lebih baik kau menginap disini. Bagaimana ?” tawar Mrs. Kim.
“MWO ???!!!” kata Taeyeon terkejut.
‘Tawaran yang sangat bagus. Lebih baik aku terima saja’
“Baiklah, ahjumma.”
Baekhyun menginap di rumah Taeyeon. Kesempatan yang tidak mungkin ia sia-sia kan. Ibu Taeyeon pun, sepertinya sudah memperlihatkan tanda setuju untuk Baekhyun. Sekarang, hanya tinggal membuat Taeyeon jatuh cinta kepadanya.

Keesokan harinya, Baekhyun pulang ke Seoul.
“Ahjumma, Ahjussi, Hyung, Noona, Hayeon-ssi. Aku pamit pulang ke Seoul.”
“Hati-hati dijalan, nak,” kata Mr. Kim mengingatkan.
“Nde, ahjussi. Noona, kau tidak ingin pulang sekarang ?”
“Annio.”
“Jeongmal ?”
“Nde,” kata Taeyeon singkat.
“Baiklah. Semuanya, aku pamit. Anyeong,” kata Baekhyun pergi.

Baekhyun naik ke bus. Sebelum naik, dia menengok ke arah kanan dan kiri. Dia berharap ada keajaiban yang akan membuat Taeyeon untuk kembali ke Seoul bersamanya. Tapi tampaknya, harapan itu sia-sia. Sampai bus ingin jalan, Taeyeon tidak juga muncul. Akhirnya, dia memilih untuk masuk ke bus. Di dalam bus, ada seorang wanita buru-buru masuk ke dalam bus, padahal bus sudah hampir jalan. Dia buru-buru mencari tempat duduk dan akhirnya dia duduk di sebelah Baekhyun. Baekhyun tahu ada yang duduk di sebelahnya. Tapi, dia malas untuk melihat kesebelahnya. Dia memilih untuk memandang ke arah jendela.
“Baekhyun-ah !” sapa sosok disebelahnya. Baekhyun menoleh dan mendapatkan sosok Taeyeon disebelahnya.
“Noona !!” Baekhyun terkejut.
“Nde.”
“Kenapa noona ada di sini ?” tanya Baekhyun bingung.
“Wae ? Tidak boleh ?”
“Annio. Tapi, noona bilang …”
“Tentu saja aku akan ke Seoul. Aku ingin segera pulang dan bertemu Tippany,” Baekhyun hanya mengangguk meng-iya-kan.
Dalam perjalanan yang lama, akhirnya mereka tertidur. Tidak sengaja kepala Taeyeon sekarang berada di bahu Baekhyun. Baekhyun terbangun seketika dan tersenyum melihat kepala ‘orang yang ia cintai’ berada di bahunya.
“Aku akan selalu berada di sampingmu, noona. Saranghae,” kata Baekhyun pelan agar tidak membangunkan Taeyeon yang sedang terlelap.

Mereka sudah sampai di Seoul. Perjalanan yang melelahkan. Tapi, menurut Baekhyun, itu adalah perjalanan yang menyenangkan. Baginya, selama dia berada di dekat Taeyeon, dia akan selalu merasa bahagia.
“Noona, mau kuantar pulang ?”
“Annio. Kau pasti lelah.”
“Annio. Aku tidak lelah, noona.”
“Sudahlah, lebih baik kau pulang. Aku bisa pulang sendiri,” kata Taeyeon dan langsung pergi. Baekhyun tampak kecewa, tapi, ya sudahlah. Apa boleh buat ?
Malamnya, Taeyeon merenung. Merenung, apa yang dia harus move on dari Sehun ?
‘Baekhyun orang yang baik. Aku juga sangat merasa nyaman berada di dekatnya. Tapi, apa harus aku move on dari Sehun dan mencoba untuk mencintai Baekhyun ?’ kata Taeyeon dalam hati.

Esoknya di Universitas. Taeyeon datang dengan penuh senyum diwajahnya. Dia tidak lagi marah kepada HunFany.
“Taeyeon-ah !” sapa Tiffany yang berjalan ke arah Taeyeon.
“Mi Young-ah !!” sapa Taeyeon balik.
“Apa kau sudah tidak marah ?” Taeyeon hanya menggelengkan kepala.
“Syukurlah. Aku dan Sehun minta maaf.”
“Annio. Justru aku yang minta maaf. Aku menghalangi hubungan kalian. Mianhae.”
“Annio. Kau tidak salah. Aku yang salah.”
“Daipada salah-salahan. Lebih baik kita berdamai. Noona, mianhae,” kata Sehun yang tiba-tiba datang tak tahu darimana.
“Nde,” kata Taeyeon mengurai senyum. ‘Sudah saatnya aku merelakan Tiffany dengan Sehun bersama’.

“Baekhyun-ah, bisakah kau menemaniku pergi ke taman hiburan ?”
“Bisa, noona. Sekarang ?”
“Nde. Sekarang.”
Mereka berjalan menuuju taman hiburan. Ketika sampai, mereka langsung mencoba beberapa wahana permainan disana. Mulai dari rollacoster sampai komedi putar, sudah mereka coba. Raut lelah tidak tampak di wajah mereka. Semua permainan sudah mereka coba. Sekarang mereka sedang beristirahat.
“Noona lelah ?”
“Annio.”
“Kita istirahat saja sebentar. Apa noona mau aku belikan minuman ?”
“Nde.” Baekhyun membelikan minuman es Lemon Tea di dekat mereka berada. Baekhyun pun datang dengan membawa dua gelas es Lemon Tea. Mereka pun minum bersama.
“Baekhyun-ah …” yang dipanggil pun menoleh ke arah sumber suara.
“Aku ingin kau membantuku …”
“Membantu apa, noona ?”
“Bantu aku untuk mencintaimu.”
“Nde ?!!” Baekhyun terkejut, dia harap ini bukan kesalahan dari pendengarannya.
“Aku bilang, bantu aku untuk mencintaimu.” Baekhyun masih shock. Tak mampu mengungkapkan kata-kata. Lama-kelamaan senyum mengembang dari bibirnya.
“Nde, noona. Aku pasti akan berusaha untuk membuatmu cinta kepadamu. Pasti … Pasti akan kulakukan. Karena aku sangat mencintaimu. Saranghae, noona.”
“Nado …” kata Taeyeon pelan sambil menyunggingkan senyumnya yang termanis untuk Baekhyun.

The End

Iklan

20 thoughts on “[FF] Oneshoot : Try To Love You

  1. Terlalu cepat thor. Heheh~

    Udah punya feeling kalau ini akan ada ‘sesuatu’ maksudnya yah ‘selingkuh’ tuh Sehun ma Fany. Ckck.. Akan menngecewakan kalau bener tuh punya temen yang mengkhianati. :/

    Untung happy ending nih buat couple BaekYeon ^_^

    Ditunggu thor next ff nya atau next infonya^^

  2. wah ff nya keren aq sempet sebal waktu sehun selingkuh sengan tifanny,aq jadi ngebayangin coba klo aq d posisi taeyeon mana mereka sahabatan lagi klo aq pasti gag se mudah itu maapain mereka, cba byngin d selingkuhin.
    tp ff nya bagus aq request ya tor bikin ff yang taeyeon dan sehun
    aq tunggu ff autor yang lain

  3. annyeong chingu , aku reader baru , salam kenal ‘-‘
    uhh , rasannya aku ingin lemparin muka’a sehun pke eskrim #dikejarluhan #ngumpetdipunggungkris #plakk
    wlpun rda gk seneng sm sifat sehun , tp gk apalah yg pnting akhirnya baekyeon

  4. keren ff nya author tapi taeyeon unnie kasian,tapi nggak papa kalau ujung-ujungnya sama baekhyun oppa 🙂

  5. ini ff kecepetan sih ya tapi gapapalah. Lain kali bkin lagi ff BaekYeon nya ya tapi yang panjang 🙂 kalau bisa ada chapter nya 🙂 daebak stori nya omong2 aku BaekYeon shipper loh *gaknanya :v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s