Beranda » FF » [FF] Oneshoot : Believe of Love

[FF] Oneshoot : Believe of Love

taeteuk love

Tittle : Believe of Love
Author : Aca Min Min
Cast :
Taeyeon ‘SNSD’
Leeteuk ‘Super Junior’
Length : Oneshoot
Genre : Angst, Romance (maybe)
Rating : G
Author Note : Anyeong … Author back 😀 . Akhir-akhir ini kangen sama TaeTeuk 😦 dan SuGen. Jadi sekarang fact atau FF tentang ESH nya di pending dulu ya 😀 . Kalo FF nya jelek maklumi 😀 karena masih belajar. Kalo ada kritik dan saran tinggal komen aja di bawah. Don’t Plagiat !!! Karena FF ini adalah karyaku sendiri.

“Kau kenapa tidak mau bertemu dengannya ?”
“Annio. Aku …” belum selesai wanita itu menjawab temannya sudah memotong.
“Menghindar ?”
Diam itulah yang dilakukan wanita tadi.
“Right ? Kenapa menghindar ? Kalian dulu begitu dekat.”
“Kau yang paling tau aku diantara member lain. Kau pasti tau.”
“Aku mengerti. Tidak usah dipikirkan. Jika kalian berjodoh dia pasti akan datang padamu.”
Wanita itu tersenyum berharap temannya itu benar.

@Dorm SNSD
“Kemana Taeyeon ?” tanya wanita berambut blonde panjang menghampiri Sunny di ruang TV. Dia Hyoyeon.
“Dia masih dikamar.”
“Tidak biasanya dia bangun telat. Ada apa dengannya ?”
Sunny hanya mengangkat bahunya bertanda ia tidak tau.
Tok … Tok … Tok …
“Taeyeon-ah … Taeyeon-ah …” merasa Taeyeon tidak menggubris Hyoyeon langsung masuk ke dalam kamar Taeyeon & Sunny.
“Kenapa masih tidur ? Kau tidak memasak ?” tanya Hyoyeon seraya membuka selimut yang Taeyeon pakai.
“Aku sudah menyuruh Yoona untuk membantumu memasak.” kata Taeyeon menarik selimutnya lagi dan berbalik memunggungi Hyoyeon.
“Yoona memang sudah membantuku dengan baik. Aku hanya ingin tau kenapa kau bangun telat. Kim Taeyeon lihat aku !” Hyoyeon memutar tubuh Taeyeon agar menghadap ke arahnya.
“Kau menangis ?” lanjutnya.
“Annio. Aku hanya kurang tidur.” Taeyeon mengelak.
“Baiklah kalau begitu. Lain kali jangan seperti ini. Aku jadi khawatir.”
“Ne.”

Taeyeon P.O.V
“Baiklah kalau begitu. Lain kali jangan seperti ini. Aku jadi khawatir.” Maafkan aku Hyo aku telah membuatmu khawatir. Aku tidak bisa menceritakannya sekarang. Mianhae.
“Ne.” Aku hanya bisa berkata itu agar Hyoyeon tidak semakin curiga padaku.
Semalam aku menangis karena seseorang yang aku cintai. Yang dengan sangat terpaksa aku harus melepasnya untuk kebaikan grup kami masing-masing dan tentunya untuk kami sendiri. Aku kira ini yang terbaik tapi ternyata tidak. Sampai sekarang aku belum bisa melupakannya.

Flashback
“Mianhae.” kata yeoja pendek berambut sebahu berwarna coklat. Taeyeon.
“Kenapa berkata seperti itu ?” kata lelaki tampan yang sudah tidak asing lagi di siaran televise Korea. Leeteuk.
“Aku ingin melepas rindu denganmu.” lanjutnya seraya memeluk Taeyeon.
“Oppa …” Taeyeon melepas pelukan Leeteuk yang sebenarnya tidak ingin ia lepaskan.
“Wae ?”
“Mianhae …”
“Kenapa berkata seperti itu terus ? Ada apa sebenarnya ? Ceritakanlah !”
“Lebih baik … kita …” Taeyeon menggantung kata-katanya. Leeteuk semakin penasaran.
“PUTUS.”
“Mwo ?! Waeyo ?” Leeteuk terkejut mendengar perkataan Taeyeon.
“Ini demi semuanya.”
“Demi semuanya ? Apa maksudmu ? Jangan bercanda. Jelaskan KIM TAE YEON.” kata Leeteuk setengah berteriak.
“Ini demi kita dan semua member Super Junior dan SNSD oppa.” Taeyeon menahan air matanya.
“Aku menyuruhmu untuk MENJELASKANNYA.” Taeyeon menangis karena dibentak. Menyadari hal itu Leeteuk menurunkan nada bicaranya menjadi sedikit lembut. Leeteuk memeluk Taeyeon dengan hangat.
“Katakan Taeyeon. Aku tidak marah aku hanya ingin penjelasan darimu saja.” Taeyeon diam dan mulailah dia manceritakan semuanya.
“Kim Young Min Sajangnim beberapa kali memintaku untuk mengakhiri hubungan kita. Pada awalnya aku tidak mau tapi Young Min Sajangnim berkata bahwa ini demi Super Junior dan SNSD. Agar kita tidak akan mendapatkan masalah yang lebih besar. Agar anti-fans dalam grup kita tidak bertambah banyak lagi. Oppa kita adalah leader yang bertanggung jawab atas grup kita masing-masing. Aku terus berpikir tentang itu. Aku mengambil langkah ini untuk kebaikan kita berdua. Dan kau tau kenapa kau dikirim untuk acara ‘We Got Married’ ? Karena Sajangnim ingin agar kita menjauh. Aku dengar sendiri dari mulutnya.”
“Lalu kau mau ?” Taeyeon menghela nafas. Kemudian mengangguk.
“Dengan mengorbankan cinta kita ?” lanjut Leeteuk. Taeyeon menunduk tidak tau harus menjawabnya.
“Kim Tae Yeon. Jawab aku.” Tetap diam itulah yang Taeyeon lakukan.
“Kau benar-benar mempermainkan hatiku. Kau tau aku berencana untuk melamarmu ketika aku kembali dari Wamil nanti dan ini yang ku dapat. Aku telah menyia-nyiakan hidupku 3 tahun hanya untuk bersamamu. Menyembunyikan ini 3 tahun hanya untukmu. Dan ini yang kudapat ? Dan tidak bisakah kau mempertahankannya ?” Taeyeon menangis sejadi-jadinya mendengar Leeteuk berbicara.
“Oppa …” hanya itu yang bisa Taeyeon katakan disela-sela tangisannya.
“Aku sungguh … kecewa.”
“Mianhae oppa … mianhae …”
“Baik kalau kau memintaku untuk putus. Kita PUTUS” Leeteuk langsung meninggalkan Taeyeon sendiri yang sedang menangis.
‘Mianhae’ itulah kata yang ada di hati Taeyeon sekarang.
Flashback end

Taeyeon P.O.V End

Author P.O.V
“Taeyeon-ah …” Tiffany masuk ke kamar SunYeon.
“Kau masih memikirkannya ?” lanjutnya.
“Iya. Fany-ah apa yang harus aku lakukan. Aku merasa … bersalah.”
“Temui dia. Minta maaf padanya.”
“Apa dia akan memaafkanku ?”
“Optimis ! Fightaeng !!!” Tiffany menyemangati. Taeyeon tersenyum. Disaat seperti ini memang Tiffany lah yang ia butuhkan.

@Dorm Super Junior
“Hyung kenapa ?” Donghae merasa aneh dengan sikap hyung nya yang dari tadi hanya mengaduk-aduk makanannya tanpa memakannya sedikitpun.
“Annio. Hanya tidak berselera makan.”
“Karena …”
“Shhuutt … Jebal jangan sebut namanya. Semakin menyakitkan untukku.” Donghae mengangguk mengerti.
Tok … Tok … Tok …
“Ryeowook buka pintunya” suruh Leeteuk. Ryeowook mengangguk.
“Taeyeon …” mendengar nama Taeyeon, Leeteuk langsung menoleh dan pergi ke arah pintu masuk.

Leeteuk P.O.V
“ Taeyeon …” aku menoleh dan pergi ke arah pintu masuk. Apa benar dia kesini ?
“Oppa …” panggilnya lirih.
“Mau apa kau kesini ?” Aku dengan dingin bertanya padanya. Aku memberi kode agar Ryeowook meninggalkanku berdua dengan Taeyeon.
“Bisa kita tidak berbicara disini ?” aku menyetujuinya dan pergi ketempat yang lebih nyaman.

@Taman
“Aku tau kau ingin minta maaf.”
“Nde.” sudah kutebak dia akan berkata seperti itu.
“Wae ?”
“Aku hanya merasa bersalah bila kau tidak memaafkanku, oppa.”
“Aku sudah memaafkanmu.”
“Jinja ? Gomawo oppa.” Hening ~ Keadaan menjadi sunyi tidak ada yang memulai pembicaraan. Sampai akhirnya aku yang memulainya.
“Oppa tau … dan oppa sadar …” Taeyeon menoleh ke arahku.
“Sebaiknya kita memang hanya menjadi Oppa-Dongsaeng.” Taeyeon tersenyum. Senyumannya sungguh tidak bisa menghilang dari otakku. Tuhan … tolong aku …
“Oppa benar. Sekarang kita oppa-dongsaeng ?” Taeyeon menunjuk kelingkingnya tanda ingin membuat janji. Aku membalasnya dengan senyum yang terurai diwajahku. Andai kau tau sampai kapanpun aku tidak akan bisa melupakanmu Kim Tae Yeon.
“Sejujurnya saja …” aku menggantung kata-kataku dan menoleh ke arah Taeyeon. Taeyeon ikut menoleh ke arahku.
“Masih ada ruang dihatiku … untukmu …” Taeyeon terkejut. Tapi jujur itulah yang ada dihatiku.
“Oppa … Jangan buat aku bersalah lagi.”
“Jika kita memang berjodoh hatimu akan menuntunmu lagi kepadaku.” aku tertegun mendengar apa yang Taeyeon katakan. Semoga saja itu benar.
“I believe.” Kami berdua tersenyum. Entahlah hubungan apa yang saat ini kami jalani. Oppa-dongsaeng atau masih berpacaran. Aku tidak mengerti. Tapi yang paling penting aku masih bisa melihat wajahmu dan senyummu. Itu sudah cukup bagiku.
Leeteuk POV End

@Koridor SM
“Oppa … Unnie … sudah berbaikan ?”
“Nde …” kata mereka bersamaan.
“Masih pacaran ?” Leeteuk dan Taeyeon saling betatapan bingung untuk menjawab pertanyaan Sooyoung.
“Ah … baiklah tidak usah dijawab.” Sooyoung tersenyum garing merasa pertanyaannya terlalu … ‘Ingin tau’. Leeteuk dan Taeyeon lega karena tidak harus menjawab pertanyaan Sooyoung. Mereka bingung harus menjawab apa nantinya. Hubungan mereka ini sulit untuk dijelaskan.
“Unnie mau pulang ?” ajak Sooyoung.
“Sekarang ? Aku masih ingin disini.” Pinta Taeyeon.
“Ya sudah. Tapi siapa yang mengantarmu ?”
“Aku bisa naik taksi.”
“Annio. Biar aku yang mengantar Taeyeon.” Kata Leeteuk. Taeyeon menoleh sebentar, lalu mengangguk.
“Baiklah. Sampai jumpa unnie, oppa.” Sooyoung pamit.
“Oppa aku mau keruang latihan. Aku ingin berlatih menyanyi.”
“Aku boleh ikut ? Aku ingin kau bernyanyi untukku.”
“Nde.”
“Naega babogataseo …” Taeyeon menyanyi dengan merdu. Mungkin inilah hal yang sangat menyakitkan. Bernyanyi di depan orang yang ia cintai tapi tak dapat memilikinya ‘lagi’.
“Suaramu begitu merdu.” Leeteuk sambil bertepuk tangan. Taeyeon hanya membalas dengan senyuman.
“Oppa kapan kau akan berangkat Wamil ?”
“Minggu depan. Wae ?”
“Annio. Hanya … bertanya.” sesungguhnya Taeyeon merasa akan kehilangan Leeteuk dalam waktu yang panjang.

@Dorm SNSD
“Oppa aku masuk kedalam. Apa kau juga ingin masuk ?”
“Annio. Aku langsung pulang saja.”
“Ya baiklah” Taeyeon masuk kedalam. Mobil Leeteuk segera melaju dengan cepat. Takut ada orang yang melihat dan terjadi skandal (lagi).
Taeyeon membuka pintu dorm dengan kunci pribadinya.
~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~
Pagi-pagi Hyoyeon dan Taeyeon sudah memasak untuk yang lain. Beginilah pekerjaan mereka jika sudah pagi-pagi.
“Taeng … besok Leeteuk oppa mengajak kita untuk ke restoran biasa. Dia ingin melepas kepergiannya untuk Wamil.” Kata Hyoyeon di sela-sela memasaknya.
Deg … Hati Taeyeon terasa sakit mendengar yang Hyoyeon katakan. Taeyeon mengangguk lemas tanda mengerti.
‘Secepat ini kah ?’ kata Taeyeon dalam hati.

@Besok Malam
Taeyeon P.O.V
Hari ini kami (SNSD) akan datang untuk melepas kepergian Leeteuk oppa. Sedih … itulah yang kurasakan sekarang. Sesak sudah memenuhi hatiku. Rasanya aku ingin menangis saat ini juga tapi kutahan karena tidak mau membuat yang lain khawatir.
“Unnie …” Yoona masuk ke dalam kamar. “Gwenhanayo ? Aku tau ini berat untuk unnie.”
“Gwenhana.” aku berusaha untuk tetap tegar.
“Unnie sudah selesai berdandan ?”
“Tinggal sedikit lagi.”
“Mau kubantu ?” Yoona menawarkan jasanya (?) untuk mendandaniku. Kebetulan dia sudah selesai berdandan.
“Boleh.”
Yoona mendandaniku dengan sangat baik. Aku terlihat seperti tuan puteri sekarang. Make-up yang tidak terlalu mencolok, dress berwarna emas dan ditambah rambutku yang kuurai.
“Yeppeo.” Yoona memujiku.
“Gomawo, Yoona-ya”
“Sudah. Ayo kita keluar unnie.”
Ternyata semuanya sudah siap diluar. Mereka semua terlihat cantik.
“Wow … Yeppeo.” kata Yuri juga memujiku.
“Gomawo.”
“Ayo kita berangkat.” kata Tiffany. Semua beberapa member masuk ke mobil Jessica dan sisanya di mobil Yoona. Aku, Tiffany, Yuri, Sooyoung dan Jessica berada di mobil Jessica. Sedangkan sisanya di mobil Yoona.
“Aku merasa kehilangan sosok oppa yang baik.” kata Yuri disela-sela keheningan.
“Kau benar.” Jessica membenarkan dan yang lain mengangguk. Aku juga ikut mengangguk. Sedih merasukiku. Aku rasa aku akan merasa tidak berdaya setelah Leeteuk oppa pergi. Dia lah yang menjadikanku kuat ketika aku lelah. Tapi nanti …
“Taeyeon.” panggil Tiffany menyadarkanku dari lamunanku.
“Kau sedih ?” lanjutnya.
“Mungkin.”
“Kok mungkin ? Sedih, sedih aja lah Taeng. Mana ada jawaban ‘mungkin’.” kata Sooyoung nyeletuk agar suasana sedikit mencair.
“Hahaha … Kau benar Soo.” Yuri juga ikut mengodaku. Aku sedikit terhibur karena mereka.
“Sudah kalian ini mengganggunya saja.” jiwa manager Tiffany mulai kambuh (?).

@Restoran
“Anyeong haeseyo.” semua member mengucapkan salam.
“Anyeong.” balas oppadeul Super Junior.
Kemana dia ? Aku tidak melihatnya sedari tadi.
“Oppa, kemana Leeteuk oppa ? Aku tidak melihatnya dari tadi.” ternyata Yoona sudah bertanya duluan.
“Menyiapkan sesuatu. Mungkin.” Kata Donghae oppa seraya melihat ke arahku.
“Wae oppa ? Melihat ke arahku ?”
“Annio.” Kata Donghae oppa tersenyum garing.
Kami semua masuk ke dalam restoran. Ternyata Leeteuk oppa memesan ruangan VIP yang membuat kami nyaman.
“Anyeong haeseyo.” orang yang kucari akhirnya datang dan memeluk kami satu-persatu. Dia memelukku sambil mengusap puncak kepalaku. Huh … kebiasaan.
“Silahkan masuk.” Leeteuk oppa mempersilahkanku untuk masuk.
“Taeyeon. Kau tunggu disini. Biar mereka saja yang masuk.”
“Mwo ?” aku kaget. Mereka meninggalkanku disini. Sendiri … Tapi bodohnya aku tetap mengikuti yang Leeteuk oppa katakan. Sampai akhirnya Leeteuk oppa kembali dan mengajakku ke tempat yang … eummm … ROMANTIS. 😀
“Waw … Ini bagus oppa.” aku terheran. “Kau yang menyiapkannya ?”
“Nde … Tadi aku menyiapkannya untuk kita berdua.” Leeteuk menunjukkan tanda ‘V’ ditangannya yang berarti ‘dua’.
Mendengar kata ‘berdua’ aku jadi ingat bahwa aku dan Leeteuk oppa sudah putus.
“Oppa kita kan sudah putus. Kenapa perilaku kita seperti masih pacaran ya ?” kataku kikuk.
“Kau benar. Tapi ini adalah hari terakhirku untuk bertemu denganmu. Beberapa hari kedepan, kau kan sudah ke Jepang. Jadi … untuk hari ini saja bisakah kita layaknya seperti orang yang pacaran. ?” aku mengangguk. Dia benar mungkin untuk beberapa hari kedepan aku tidak akan bertemu dengannya (lagi).
“Ayo duduk Noona cantik.” Leeteuk oppa mempersilahkanku untuk duduk. Aku tersnyum mendengar dia mengatakan kepadaku ‘Noona cantik’. Ini mengingatkanku saat pertama kali kami pacaran. Tepatnya 3 tahun lalu. Begitu … MENYENANGKAN.
Kami makan berdua sambil membicarakan lelucon. Ini membuat kami hanyut dalam suasana romantis dan hanya berfikiran kami adalah sepasang kekasih yang bahagia. Aku bahagia sekarang. Karenanya … Hanya karenanya. Park Jung Soo. Sampai-sampai kami lupa bahwa kami telah putus.
“Taeyeon-ah …”
“Nde ?”
Lama-lama wajah Leeteuk oppa mendekati wajahku. Aku tau apa yang akan dilakukannya sekarang. Aku menutup mataku dan …
CHU ~
Taeyeon POV end

2 Year Later
Aku berjalan menyusuri Sungai Han sendiri … semua sibuk melakukan aktifitas sendiri. Aku mengenang memoriku saat aku dan Leeteuk oppa menyusuri Sungai Han bersama. Aku rindu padanya. Aku duduk di bangku. Ada seseorang disebelahku dan sepertinya aku familiar terhadapnya. Aku perhatikan dengan seksama wajahnya yang tertutup topi. Mungkin orang itu merasa risih lalu dia menghadapkan wajahnya padaku. Dan … pantas saja aku kenal dengannya. Dia Leeteuk oppa.
“Oppa ?” aku kaget.
“Taeyeon ? Kau benar Taeyeon atau hanya mirip dengan Taeyeon SNSD ?”
“Aku Taeyeon oppa. Kim Tae Yeon.”
“Kau benar Taeyeon ?” dia masih saja tidak percaya.
“Kau tidak percaya ?” aku mengeluarkan Kartu Pendudukku dan menunjukan padanya.
“Taeyeon-ah … bogoshipeo …” katanya langsung memelukku. Aku membalasnya.
“Oppa sudah pulang dari Wamil ? Kenapa tidak bilang ?”
“Oppa sudah pulang tadi pagi. Rencananya oppa ingin memberi surprise untuk semuanya. Tapi kau sudah tau duluan.”
“Annio. Aku akan tutup mulut dan pura-pura tidak tau tentang surprise ini.”
“Mana bisa begitu ?” balasnya. Aku tertawa dan dia juga tertawa kemudian.
“Ya sudah. Karena kau sudah tau rencanaku. Jadi aku akan menghukummu.”
“Wae ? Aku tidak sengaja menemukanmu di sini ~ ” aku tidak terima.
“Kau harus tetap dihukum.” paksa Leeteuk oppa
“Tutup matamu.” lanjutnya. Aku menutup mataku. Dan …
CHU ~
Aku kaget. “MWO ?!! Kenapa menciumku di tempat seperti ini ?”
“Itu hukuman dariku. Taeyeon wajahmu memerah.” dia menggodaku. Yak ?! Apa benar wajahku memerah ? Aku mengipas-ngipaskan wajahku yang memerah karena malu.
“Hahaha. Kau lucu jika seperti ini.” tawanya.
“Oppa !!!” teriakku. Dia benar-benar suka menggodaku.
“Taeyeon. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.” Aku ikut dengannya. Dia menggenggam tanganku.
“Oppa …” aku terkejut. Kejadian 2 tahun lalu terulang lagi. Dia membuat taman ini menjadi romantis dengan lilin yang membentuk ‘Love’. Kami berdiri di tengah-tengah lilin itu.
“Bagaimana bisa ?” kagetku.
“Nanti kau juga akan tau.”
Tiba-tiba dia berjongkok di depanku. Dan mulai membuka kotak merah berbentuk ‘Love’ yang ternyata berisi … cincin berlian.
“Taeyeon-ah … Maukah kau menjadi teman hidupku yang selalu menjagaku dan menjadi ibu dari anak-anakku ?” Aku seperti bermimpi. Is this dream come true ?
“Oppa …” Aku menangis sekarang. Bukan karena sedih melainkan terharu dan bahagia.
“Kenapa menangis ?” tanyanya khawatir.
“Aku … sangat bahagia sekarang” dia tersnyum.
“Will you marry me ?” mukanya terlihat lebih serius dan bersungguh-sungguh.
“I will …” aku tersenyum.
“Chinja ?” tiba-tiba dia memelukku dengan erat dan menggendongku.
“Aku percaya bahwa kau adalah jodohku Taeyeon.”
“SARANGHAEYO KIM TAE YEON !!!” teriaknya.
“Cukkhae …” teriak orang-orang di sekitar kami yang tak lain dan tak bukan adalah member Super Junior dan SNSD.
“Jadi mereka yang membantumu untuk mempersiapkan ini ?” kataku yang masih ada dalam gendongannya.
“Nde.” angguknya.
“Jadi oppa berbohong ?”
“Berbohong demi cinta tak apa kan ?”
“Yak …” aku memukul pelan dada bidangnya. Kami berdua tertawa dengan bahagia.
Aku percaya dan sangat percaya akan adanya cinta. Jika dia adalah cinta sejatimu kemanapun dia pergi dan sejauh apapun dia pergi. Pasti dia akan kembali lagi padamu. Pasti. Dan kuncinya adalah percaya akan kekuatan cinta sejati. Kau pasti akan menemukannya. Fightaeng …
Believe of Love.

Iklan

18 thoughts on “[FF] Oneshoot : Believe of Love

  1. Daebak bgt !!!
    Taeteuk sweet gimanaaaa gt. Ngebayanginnya bikin senyam senyum sendiri ><
    Ternyata eh trnyata, mereka memang berjodoh. Di dunia nyata jg pastinya hehe 😀
    love taeteuk
    Author jjang!

  2. daebak… keren banget belom pernah nemuin ff yang kaya gini… semoga believe of love emang nyata di kehidupan nyata.. congratulation for admin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s